Friday, February 25, 2011

MENYORTIR KOLEKSI SAMPAHKU

Aku sejak kecil memang hobi mengkoleksi sampah. Barang2 yang bagi orang lain dianggap tidak berguna, hanya menuh2in tempat saja, buatku sebaliknya. Barang2 itu bisa menjadi sebuah koleksi yang menarik buatku. Dulu waktu masih SD aku mengkoleksi bungkus korek api. Tiap lagi jalan ke mana, di jalan melihat ada bungkus korek api, aku segera berhenti, menunggu jalan sepi, baru kemudian memungut bungkus korek api itu. Malu juga klo mpe ketahuan orang lagi memungut sampah. Pasti orang bakal mikir, 'Nee orang kurang kerjaan banget.'
Yah itung2 sedikit membantu membersihkan jalan dari sampah. hehehe
Gambar bagian belakang bungkus korek yang kukoleksi. Ada gambar bunga, gambar hewan, gambar rumah adat, pakaian adat, pemain2 bola dll aku sudah rada lupa.
Aku juga mengkoleksi kelereng warna-warni coz dulu aku memang suka ikut2an main kelereng ma temen2ku cowok. Tapi sayangnya koleksi kelerengku cepat sekali berkurang coz tiap main aku kalah mulu, jadi we harus merelakan kelereng2 cantikku berpindah tangan ke teman2ku. huehuehue....
Selain itu aku juga mengumpulkan resep2 masakan, berbagai tips, desain rumah dan pakaian, serta artikel2 yang kuanggap menarik dari koran2 dan majalah. Kalau pas lagi rajin, artikel2 itu kugunting dan kutempel dan jadilah kliping. Aku ga tahu barang2 itu akhirnya dikemanain ma ibuku termasuk koleksi perangkoku. Mungkin sudah ikut dikiloin atau dibakar ma ibuku coz menuh2in rumah n hanya akan menciptakan sebuah sarang tikus baru.

Untuk sekarang2 ini koleksiku yang masih bertahan dan kusimpan adalah kartu isi ulang pulsa, ticket nonton dan artikel2. Klo kartu isi ulang aku sudah cukup lama tidak hunting lagi coz sekarang lebih praktis isi ulang pulsa secara elektrik. Klo ticket nonton, selama film2 action favoritku masih tayang di bioskop2 dengan harga yang masih bisa kujangkau, pengkoleksian akan terus berlanjut.

Dan kemarin....
Kurasa kamarku sudah terlalu penuh. Aku harus mulai menyortir barang2 yang tidak kuperlukan lagi. Yah, terbiasa di kantor selalu mengumpulkan bon2, bahkan bon senilai Rp.50,- dan karcis parkir Rp.500,- pun tidak boleh hilang, akhirnya di kost pun aku mengkoleksi bon2 termasuk juga karcis perjalananku Yogya-Bandung pp.
Kurasa sudah banyak bon2 yang sudah kadaluarsa dan tidak akan kuperlukan lagi. Dari hasil menyortir akhirnya aku dapat 1 kantong plastik penuh berisi kertas2 yang siap mengisi bak sampah belakang.

Menyortir bon membuatku tertawa sendiri.
Bon2 tahun 2003 awal aku kost di Bandung, ternyata masih ada.
Bon2 wartel tertulis tahun 2003. Dulu masih rajin ke wartel tiap malam setelah jam 9 atau pagi2 sebelum jam 6. Zaman pake hp masih kena roaming nasinal. hohohoho....
Juga bon isi ulang LPG yang dulu untuk gas 15kg masih Rp.22.500,- s.d. Rp.36.000,-.
Bon belanja di Rumah Matari Banceuy yang sekarang sudah ga ada.
Dan yang paling membuatku tertawa, bon belanja di Plaza Borobudur Tasik, bulan Februari th. 2007.

Jadi ingat pengalaman yang benar2 bikin ketawa geli sekaligus kesel. Waktu itu aku ditugaskan ke Tasik, menginap 1 malam. Menginap di hotel yang atas referensi temanku katanya itu hotel yang paling bagus di Tasik dan sudah di-booking, aku tinggal masuk saja.
Pas sudah nyampe depan hotel, ternyata oh ternyata, pengin pindah hotel saja rasanya.
Hotel tampak singup alias spoky. Apa bisa aku tidur nyenyak di sini????
Demi menghargai teman yang sudah mem-book ini hotel, akhirnya aku masuk saja. Kamar di lantai 2 dengan tangga yang berlantai besar2 dan tinggi.
Waktu masuk kamar semakin berasa tidak nyaman. Sprei dan sarung bantal guling yang tampak kusut dan kotor kaya habis dipakai, memaksaku minta diganti yang baru. TV tanpa remote yang akhirnya aku minta ganti TV, AC yang bunyinya menyakitkan telinga hingga membuatku memutuskan tidur tanpa AC, kamar mandi dengan bath up yang tampak mengerikan dengan fasilitas air panas yang tidak panas dan pintu kamar mandi yang tidak bisa dikunci.
Bahkan balkon di depan kamar pun amat sangat kotor terlihat tidak pernah dibersihkan.
Mengingat cuma bakal semalam aja menginap di hotel itu, akhirnya aku dan temanku memilih bertahan.

Breakfast yang aneh.
Sore aku ditanya ma reseptionist yang merangkap pelayan, office boy sekaligus security coz kulihat tidak ada orang lain di sana, besok aku mau breakfast apa. Katanya bisa milih apa aja.
Ya sudah aku memilih salah satu merk roti yag terkenal di sana dan diiyain olehnya.
Dan pagi2, breakfastku adalah roti biasa dibeli dari tukang roti yang lewat tiap pagi. Hohohoho....
Si mas ini juga sok akrab banget. Memaksa minta no hp, pengin jadi temen, tapi aku memilih tidak memberikannya no-ku dan kemudian dia mengataiku 'sombong'. huehuehue....
Dia juga keukeuh mengatakan klo melihatku naik becak ma seorang cowok lewat depan hotel, padahal jelas2 itu temanku cewek yang memang rambutnya dipotong cepak.

Belum naik becak diantar mang becak yang galak pluz tidak tahu jalan tapi berlagak tahu jalan. Dan jadilah kita diajak muter2 keliling Tasik coz beberapa kali salah jalan. Hohohoho...
Belum terjadi hujan + angin ribut yang waktu itu sempat menjebol atap2 genting rumah2penduduk dan kaca2 jendela. Untunglah hotel aman2 saja.

Dan yang paling membuatku geleng2, percakapanku dengan reseptionist hotel itu.
R : Beruntung mbaknya menginap di sini. Hotel ini merupakan hotel paling aman di sini'.
me: Paling aman? Jarang ada yang ilang2 ya?
R : Bukan. Tapi paling aman dari penggerebegan.

Ow mai gat.... Dan baru kusadar, di samping hotel persis is sebuah diskotek yang tiap malam selalu rame.
Hohohohoh.... kita memang benar2 salah masuk hotel. Dan segeralah kita packing. Back to Bandung.
Tuiiing..... tuiiing.....

Belakangan aku dengar, tadinya hotel itu memang hotel paling bagus di Tasik, bertahun-tahun yang lalu. Dan sempat meraih beberapa penghargaan dan aku sempat melihat penghargaan itu. Sayangnya hotel ini kemudian mengalami kemunduran setelah berganti kepemilikan dan akhirnya bangkrut.

Yah. Kadang2 ada untungnya juga kita menyimpan barang2 kita. Biarpun cuma selembar kertas kecil, tapi begitu banyak cerita di sana. Biarpun dulunya kita pernah dibikin kesel, tapi bertahun-tahun kemudian, itu bisa menjadi sebuah cerita yang amat menghibur buat kita.

Yayaya, akhirnya, bon2 kost, bon2 perjalanan, bon2 pembelian barang2 yang harganya lumayan, bon service dan ganti spare part motor juga bon2 jasa pengiriman barang dan bon2 acara jalan2ku, tetap kusimpan. Aku takut suatu saat akan memerlukannya.
Nite.... nite....

No comments: