Friday, December 18, 2009

DECEMBER 17th.........

Genap satu tahun.
Ga terasa ya……
Masih 14 tahun lagi....
14 tahun tu ga lama kan ya....
Ya.... ga lama.....
Ini aja udah 6 tahun di sini, berasa baru kemarin menginjakkan kaki di sini....
Semangat!!!!!!!!!!!!!!

December 17th, will be unforgettable moment for me.
my dream, one step better on my career was begun here
It’s His entire blessing.
in Him, no need to be anxious anymore
Thanks God....

Dan kebetulan juga, di tanggal ini, 17 Desember 2009, premiere film 'Sang Pemimpi' based on Andrea Hirata's novel.
Belakangan ini aku jadi addict ma buah karya Andrea Hirata. Benar2 inspiratif dan multicomplex novel.
Dimulai dari 'Laskar Pelangi' yang sudah difilmkan tahun kemarin dan mencapai box office, dan akhir tahun ini release sequel-nya.
Menurutku novel 'Sang Pemimpi' jauh lebih menarik daripada 'Laskar Pelangi'. Membacanya benar2 membawaku ke begitu banyak perasaan. Ketawa coz saking bandel n bodornya, tapi dalam hitungan menit aku bisa terharu, sedih mpe pengin nangis. Kisah Nurmia yang dipaksa ibunya menukar biola kesayangannya dengan beras supaya mereka sekeluarga dapat makan, 'Setelan Baju Safari Ayahku' tentang baju kebanggaan ayah Ikal yg hanya dikenakannya pada hari penerimaan rapor Ikal yang merupakan hari yang sangat penting bagi ayah Ikal, dan Jimbron yang bekerja keras demi mengisi 2 celengan kuda yang ternyata 2 celengan itu disiapkannya untuk Ikal dan Arai sebagai bekal mewujudkan mimpi ke ‘Sorborne’ Paris. Huehuehue...benar2 membuatku menangis. Benar2 salut . Dalam keterbatasan mereka masih saja rela berbagi.

Adrenalin membacaku sedang tinggi2nya. Sang Pemimpi kuselesaikan dalam 2 hari mencuri-curi waktu diantara kesibukanku. Dan sekarang lg nyelesaiin 'Edensor' dan 'Maryamah Karpaov' yang sebenarnya sudah ada di tanganku sejak tahun 2008, tapi ga tahu kemanakah adrenalin membacaku waktu itu menguap.

'Sang Pemimpi' membuatku menyukai tokoh Arai. Seorang anak yang hanya tinggal sebatangkara tapi semangat juang dan jiwa sosialnya begitu tinggi. Semangatnya yang pantang menyerah untuk mewujudkan mimpi, kepedulian dan rasa setia kawan yang demikian besar meskipun dia hidup dalam keterbatasan.
Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya stuck di tempat, pengetahuannya begitu luas, dia terus belajar dan belajar.
Dan kegigihannya dalam memperjuangkan cintanya patut diacungi jempol.
Ya, sebenarnya ketika kita menyukai seseorang, dengan ketelatenan, batu yang keras sekalipun akan luluh. Ketika kita melemparkan sesuatu ke tembok, akan ada bekas yang sampai kapan pun tidak akan pernah hilang. Dan prinsip ini yang akhirnya membawa Arai kepada cinta sejatinya, Zakiah Nurmala. Arai.... oh Arai...
Dan aku pun berjanji. Akan kucari seseorang yang mau dengan tulus mewujudkan mimpi bersamaku. Kuharap dia seperti Arai. Seseorang yang tegar, low profile dan sayang dengan keluarganya. Jika dia sayang dengan keluarganya, suatu saat nanti jika dia memiliki keluarganya sendiri, dia pasti juga akan sayang dengan keluarganya. Aku ingin mempunyai sebuah keluarga yang hangat, yang memberikan kasih sayang secara utuh buat anak2. Materi tidak terlalu penting buatku, asalkan kasih sayang dan kemauan untuk berjuang bersama-sama itu ada, itu sudah cukup.
Arai, biarpun hanya tinggal sebatang kara, dia pun begitu menyayangi dan hormat dengan keluarga barunya, keluarga Ikal. Dan keluarga Ikal, biarpun mereka hidup dalam himpitan ekonomi, ayah-ibu memberikan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar bagi anak2nya. Pengin meneladan mereka.
Yah, cintailah apa yang kita miliki sekarang, bukan apa yang dimiliki orang lain. Itu yang akan membuat hidup kita lebih bahagia.
Bolehkan bermimpi seperti Sang Pemimpi. Hehe....
Amin... Amin...
Make all your dreams come true.
Fight!!!!!!!!!!!

No comments: