Saturday, February 14, 2009
Akhirnya jadi juga ma anak2 kost melakukan eksperimen percobaan air. Rencana mo bikin eksperimen sejak sebelum Lebaran 2008. Botol2 sudah dikumpulkan sejak masa puasa. Tapi ya itulah, terkadang rencana tinggal rencana, realisasinya……? Nanti dulu ya!!!!
Akhirnya, minggu pagi 8 Februari 2009, baru terealisasilah eksperimen kita.
Berdua dengan Salliwet, aku memulai eksperimen ini coz memang hanya anak itu yang selalu mendukung setiap ke-kurangkerjaan-ku.
‘Kalian ni pada kurang kerjaan banget sich’ komentar anak2 yg lain.
Biarpun sambil ngomel2, tapi Salliwet tetap semangat menyiapkan eksperimen ini coz sejak awal dia juga yang mendukung rencana ini. Dia penasaran setelah baca bukuku tentang ‘The hidden messages in water’, bener ga sich yang diulas di buku, klo kita coba sendiri berhasil ga ya?.
Mencoba eksperimen dengan kristal air sangat tidak memungkinkan coz keterbatasan sarana dan prasarana. Mikroskop electron….. cuape dech! Mending yg simple aja. Akhirnya dicoba simple experiment menggunakan beras dan air.
Meskipun sambil ngomel2 ga jelas, akhirnya 4 botol kecil bekas minuman suplemen berhasil disulap Salliwet jadi bersih tanpa label merk.
Dan inilah percobaan kita:
4 botol kecil diisi air mendekati penuh sampai punggung botol kemudian ditambahkan sekitar 1-2 sdm beras putih.
¤ Botol I diberi tulisan ‘Terimakasih’ menggunakan kertas kado bermotif dengan motif menghadap ke dalam botol. Botol ini dibiarkan tanpa tutup. Botol ini nanti setiap harinya akan kita perdengarkan kata ‘Terimakasih’
¤ Botol II bertuliskan ‘Doa’ menggunakan kertas kado bermotif dengan motif menghadap ke dalam botol. Botol ini ditutup. Seperti botol I, botol ini nanti setiap harinya akan kita perdengarkan doa-doa.
¤ Botol III dengan tulisan ‘Kamu Bodoh!!!!!’ yang ditulis acak2an, menggunakan kertas putih polos. Botol ini dibiarkan terbuka tanpa tutup. Setiap hari akan diperdengarkan kata2 umpatan.
¤ Botol IV dibiarkan begitu saja tanpa tulisan sama sekali dan ditutup. Anggap sebagai botol yang diabaikan.
Akhirnya siap sudah eksperimen kita. Akan kita lihat hasilnya 1 bulan ke depan (10 Maret 2009). Dan sekarang tinggal penempatan botol. Botol I ditaruh di atas meja makan. Botol II ditaruh di meja kamarku. Botol III mau ga mau di kamar Salliwet coz ya hanya dia di kost yang jago ngomel2. Sedang botol IV akhirnya dipilih ditaruh di kolong meja kamar kosong.
Akhirnya kita warning ke anak2, ‘Awas ya, jangan mpe merusak eksperimen kita! Jangan mpe ngomong salah botol ya! Botol yg di kamar kosong ga boleh ditengok, ga boleh diapa-apain!’
‘Nti klo pas situ ga ada, kita akan teriak ‘Kamu bodoh’ ke botol di meja makan. He he he!!!,’ goda anak2 yg lain.
‘Awas ya! Klo eksperimen gagal, tanggung jawab situ!’
Dan Salliwet berulang kali protes ga mau botol III ditaruh di kamarnya, dia minta botol I saja yg ditaruh di kamarnya.
‘Wah…. ya ga bisa, nti eksperimen bisa gagal total coz tiap hari bukannya dengar kata ‘Terimakasih’ tapi malah bakal dengar omelan2 ga jelas!’
Akhirnya hampir tiap hari terdengar kata ‘Kamu Bodoh! Bodoh! Bodoh!’ dari kamar Salliwet.
Malam sebelum tidur suka ketawa sendiri tiap dengar teriakan si Salliwet. Wah memang pilihan yang tepat botol III ditaruh di kamar Salliwet……….. ~_^
Waktu Salliwet ngadu ke cowoknya (Puad) perihal botol III yang ditaruh di kamarnya, cowoknya berkomentar, ‘Duh….. kasihan sekali sih cewekku ini!’
Tapi akhirnya si Puad ikut2an juga teriak ‘Kamu bodoh! Kamu bodoh!’. Ketika keesokan hari kakak Salliwet datang juga ikut2an memeriahkan suasana dengan teriakan ‘Bodoh! Bodoh!' Wah jadi rame kamar Salliwet ma teriakan2 ‘Kamu Bodoh!' Dan sekarang jadi pada punya hobi baru teriak2 ga jelas. Lumayan buat penghilang stress......
‘Nti klo pada bertengkar di kamar gw aja!’ kata Salliwet.
‘Ya, nti klo gw lg berantem ma Babon di kamar loe aja!’ kata Tiut.
Di hari ke-4 eksperimen, 11 Februari 2008, Salliwet mulai mengeluh botol di kamarnya mulai berbau busuk. Dan memang benar, dibandingkan dengan botol I di meja makan yg sama2 tidak tertutup, botol III ini lebih cepat menebarkan bau busuk. ‘Wah….. ‘Kamu bodoh’ manjur juga ya! Bener2 pilihan yang tepat ditaruh di kamar Salliwet!’ He he he
Salliwet memohon supaya botol III diungsikan dari kamarnya, akhirnya ditaruh di depan kamar mandi.
Di hari ke-6, botol III sudah menebarkan aroma yg benar2 tidak enak, so kututup botol itu dan kupindahkan ke dapur di dekat wastafel. Botol I juga kututup supaya tidak mengganggu selera makan anak2 jika suatu saat menebarkan aroma yang tidak diinginkan. Akhirnya keempat botol sekarang tertutup semua.
Tuesday, March 10, 2009
Hari ini selesai sudah eksperimen kita. Kemarin, anak2 pada ribut, meributkan ’bau’ tidak enak yg bersumber dari kamar kosong.
‘Jangan2 ‘diabaikan’ nee sumber baunya! Kata Etil.
‘Wah bisa jadi tuu!’
Memang 1 hari lagi sudah genap 1 bulan eksperimen kita.
’Wah, benar ya. Diabaikan! Benar2 menebarkan bau busuk. Sukses nee percobaan kita.’
Tepat hari ke-30, pagi2 kutengok botol IV, botol yg diabaikan. Kubuka botol itu, dan memang berbau tidak sedap. Airnya keruh berwarna kekuningan. Tapi baunya tidak semenyengat bau yang bersumber dari ruangan kosong itu, sepertinya bau itu berasal dari kotoran tikus. He he he..... anak2 pada salah duga, tyt si cucurut nakal ngumpet di kamar kosong itu n meninggalkan aroma tidak sedap.
Botol I di meja makan, yang bertuliskan ’terimakasih’ ketika dibuka, menebarkan aroma wangi soda. Airnya putih seperti susu.
Botol II yg bertuliskan ’doa’ ketika kubuka tutupnya, aku dibuat takjub. Botol itu mengeluarkan bunyi mendesis seperti jika kita membuka botol ’Sprite’ dengan aroma soda yang wangi. Air berasnya benar2 putih bersih seperti susu, airnya lebih putih dari air di botol ‘terimakasih’. Itulah hebatnya sebuah doa.
Botol III dengan tulisan ‘kamu bodoh’ menebarkan aroma yang sungguh tidak sedap dengan air kuning keruh kecoklatan. Bahkan aroma tidak sedap ini muncul begitu cepat dibandingkan dengan botol2 yang lain. Ya, pada hari ke-4 sudah mulai tercium aroma tidak sedap ini hingga membuat Salliwet memaksa mengungsikan botol ini dari kamarnya. Untuk warna keruh airnya, aku rada sedikit sangsi ini bisa jadi disebabkan oleh pembusukan satu makhluk asing tak diundang yang pada hari ke-5 eksperimen, nyelonong masuk ke dalam botol. Seekor nyamuk nakal yang mungkin merasa penasaran dengan botol di atas meja.
Botol IV, botol yg diabaikan, ya seperti pada ulasan terdahulu, botol ini menebarkan aroma yang sungguh tidak enak. Ya benar, diabaikan sungguh tidak lebih baik dari dimaki-maki, diabaikan sama saja tidak dianggap keberadaannya, sedangkan ‘dimpat-umpat’ masih lebih baik daripada diabaikan coz paling tidak kita masih ada perhatian untuk memberikan respon biarpun respon negative.
Yah, pada akhirnya kita menyimpulkan, eksperimen kita cukup berhasil. Hasilnya sesuai dengan apa yg kita baca. Kata ‘terimakasih’ dan ‘doa’ memberikan efek yang baik, hasilnya air beras dalam botol menebarkan wangi soda. Kata2 umpatan dan ‘mengabaikan’ memberikan efek negative, bisa dilihat dari aroma busuk yg ditebarkan oleh air dalam botol.
Eksperimen ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sebuah perhatian. Sebuah respon, baik itu respon positif ataupun respon negatif, mampu memberikan energi kepada sesuatu. Dan yang paling punya andil merusak yang paling besar adalah ‘mengabaikan’.
So……cobalah untuk memberikan perhatian kepada lingkungan kita, teman2 kita, mereka yg di sekeliling kita. Biarpun kecil, ternyata perhatian itu besar nilainya, akan sangat berarti buat orang2 yang bisa jadi selama ini merasa diabaikan, supaya mereka merasa bahwa keberadaan mereka diakui, bahwa mereka cukup punya arti bagi orang lain.
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Friday, March 20, 2009
Thursday, February 19, 2009
HEBOH ‘PONARI’
Thursday, February 19, 2009
Jumat 13 Februari 2009, sambil nunggu print out pelaporan pajak di KPP, aku memanfaatkan situs pertemanan yg katanya lagi nge-trend belakangan ini. Untunglah ‘Facebook’ dirancang compatible untuk Hp so mobile bgt. Jadi, ‘menunggu’ tidak lagi menjemukan buatku. Di mana aja, kapan saja, mau tidur, bangun tidur bisa langsung on fesbukan. He he he.
Di antara kesibukanku nulis komen yg ga penting ke pren2ku, perhatianku beralih ke acara ‘Insert Investigasi’ di TV yang disediakan di ruang tunggu di sana. Ga tau, belakangan ini di KPP antreannya lumayan panjang, dulu2 aku bisa dapat pelayanan yg super cepat, ga sampai 10 menit, urusan dah beres. Siang itu rada lama. Habis konsul, aku masih menunggu cukup lama di ruang tunggu. Yah ini semua coz diwajibkannya NPWP bagi para pegawai dan pelaporan pajak akhir tahun, harus mau sedikit bersabar menunggu giliran. Sekarang juga kantor pajak di hari sabtu tetap melayani ½ hari, kecuali akhir bulan sampai April, pelayanan s.d. pk.4 sore.
‘Insert Investigasi’ hari itu mengupas tentang ‘Fenomena Ponari’, kehebohan baru dari Jombang, Jawa Timur setelah si jagal ‘Ryan’.
Wah, aku ketinggalan berita apa lagi nih. ‘Mba ke mana aja sich. Itu kan berita udah lama. Kerjaan terus sich yg diurusin!’ komentar salah seorang teman kostku waktu aku cerita tentang Ponari.
Wah…… bener2 deh. Dunia ini semakin aneh2. Apakah benar ini tanda2 akhir zaman sudah semakin dekat. He he ngaco.
Heran juga, kenapa ya, orang2 segitu gampang percayanya dengan sesuatu yang belum teruji kebenarannya, yang belum teruji secara klinis berbahaya atau tidak buat kesehatan. Rasanya jadi sedih juga. Apa memang tingkat pendidikan yang masih kurang hingga membuat orang2 berpikir kurang rasional. Atau karena terdesak oleh keterbatasan ekonomi, rasa putus asa akibat penyakit yang ga kunjung sembuh sedangkan pengobatan secara medis membutuhkan biaya yang begitu besar dan mereka tidak mampu untuk itu.
Yah, mungkin bagi mereka, ini sebuah harapan. ‘Apa salahnya mencoba.’
Rasanya miris bgt melihat begitu banyak orang berdesak-desakan, padahal banyak orang sakit di antara mereka. Kalau malah tambah sakit gimana? Malah diberitakan ada korban meninggal 4 orang. Katanya bisa menyembuhkan kok malah memakan tumbal. Dan ketika dikonfirmasikan kepada pejabat desa setempat, katanya memang benar ada korban meninggal, tapi tidak di lokasi, meninggal karena kecapean akibat perjalanan jauh.
Ngeri juga, melihat wadah2 air yang dicelupin batu. Tangan pencelup ikut masuk. Apa terjamin kebersihannya kalau air itu diminum. KTP2 dan kartu2 identitas lain dimasukkan ke dalam air, untuk pasien yang tidak bisa datang langsung, katanya dengan memasukkan KTP ke dalam air, khasiatnya akan sama. Aneh2 saja.
Mungkin memang benar, kasus adik Ponari bisa sembuh dari muntaber berkat batu itu. Tapi berbeda penyakit, kan beda juga penanganannya. Dan beda orang, beda juga kan reaksi tubuhnya terhadap suatu zat. Bisa jadi itu merupakan factor kebetulan, sugesti atau memang mujizat dari Tuhan. Yah…… siapa yang tahu, jika Tuhan berkehendak, apa pun bisa terjadi.
Dan sekarang, karena membikin kehebohan yang luar biasa, akhirnya polisi bertindak. Tempat itu disegel polisi.
Yah…… dunia memang semakin aneh2 saja. Dan yang aneh terkadang menjadi tidak aneh lagi. Sebuah keanehan bisa dengan tiba2 menjadi sebuah kehebohan, dan dengan tiba2 pula berita itu menghilang tanpa jejak. Kaya lagu pop aja ya, mendadak populer dan mendadak pula menghilang. He he
Seperti halnya beberapa waktu yang lalu, di Yogya pernah ada kehebohan serupa. Konon katanya limbah dari pabrik gula Madukismo, bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bermula dari seseorang yang sakit, berendam di air limbah itu tiba2 bisa sembuh, akhirnya berita itu dengan cepat menyebar. Ternyata berita dari mulut ke mulut lebih cepat menyebar dp via media massa ya. Dalam sekejab tempat itu menjadi seperti obyek wisata. Ada banyak penjaja makanan dan minuman, tukang parkir. Ramai terus. Lumayan, sumber penghasilan baru bagi warga sekitar. Ga pagi, ga siang, ga sore, tetep aja ada yang datang, bahkan dari luar kota. Semua pengin membuktikan kebenaran berita ini.
Air limbah berwarna hitam yang masih panas. Orang dengan rela berendam di sana, cuci muka, membasuh tangan dan kakinya, didorong oleh keinginan untuk sembuh. Hiiiiiiiii………
Salah seorang temanku pernah bercerita, katanya ayah temannya yang sakit gula, kakinya malah melepuh coz kepanasan. Akhirnya kapok ga akan ke sana lagi.
Dan akhirnya kehebohan ini pun mereda dengan sendirinya.
He he he……dunia memang semakin aneh.
Lumayan buat intermezzo dan bahan berita buat para pencari berita. Bukankah mending berita seperti ini daripada berita2 yang menyedihkan, perang yg ga kunjung usai, pengeboman, kerusuhan2, demo2, bencana di mana2, pembunuhan, perampokan, korupsi, artis kawin-cerai.
Ya…..Semoga dunia ini kembali aman damai sentosa.
Amin.
Jumat 13 Februari 2009, sambil nunggu print out pelaporan pajak di KPP, aku memanfaatkan situs pertemanan yg katanya lagi nge-trend belakangan ini. Untunglah ‘Facebook’ dirancang compatible untuk Hp so mobile bgt. Jadi, ‘menunggu’ tidak lagi menjemukan buatku. Di mana aja, kapan saja, mau tidur, bangun tidur bisa langsung on fesbukan. He he he.
Di antara kesibukanku nulis komen yg ga penting ke pren2ku, perhatianku beralih ke acara ‘Insert Investigasi’ di TV yang disediakan di ruang tunggu di sana. Ga tau, belakangan ini di KPP antreannya lumayan panjang, dulu2 aku bisa dapat pelayanan yg super cepat, ga sampai 10 menit, urusan dah beres. Siang itu rada lama. Habis konsul, aku masih menunggu cukup lama di ruang tunggu. Yah ini semua coz diwajibkannya NPWP bagi para pegawai dan pelaporan pajak akhir tahun, harus mau sedikit bersabar menunggu giliran. Sekarang juga kantor pajak di hari sabtu tetap melayani ½ hari, kecuali akhir bulan sampai April, pelayanan s.d. pk.4 sore.
‘Insert Investigasi’ hari itu mengupas tentang ‘Fenomena Ponari’, kehebohan baru dari Jombang, Jawa Timur setelah si jagal ‘Ryan’.
Wah, aku ketinggalan berita apa lagi nih. ‘Mba ke mana aja sich. Itu kan berita udah lama. Kerjaan terus sich yg diurusin!’ komentar salah seorang teman kostku waktu aku cerita tentang Ponari.
Wah…… bener2 deh. Dunia ini semakin aneh2. Apakah benar ini tanda2 akhir zaman sudah semakin dekat. He he ngaco.
Heran juga, kenapa ya, orang2 segitu gampang percayanya dengan sesuatu yang belum teruji kebenarannya, yang belum teruji secara klinis berbahaya atau tidak buat kesehatan. Rasanya jadi sedih juga. Apa memang tingkat pendidikan yang masih kurang hingga membuat orang2 berpikir kurang rasional. Atau karena terdesak oleh keterbatasan ekonomi, rasa putus asa akibat penyakit yang ga kunjung sembuh sedangkan pengobatan secara medis membutuhkan biaya yang begitu besar dan mereka tidak mampu untuk itu.
Yah, mungkin bagi mereka, ini sebuah harapan. ‘Apa salahnya mencoba.’
Rasanya miris bgt melihat begitu banyak orang berdesak-desakan, padahal banyak orang sakit di antara mereka. Kalau malah tambah sakit gimana? Malah diberitakan ada korban meninggal 4 orang. Katanya bisa menyembuhkan kok malah memakan tumbal. Dan ketika dikonfirmasikan kepada pejabat desa setempat, katanya memang benar ada korban meninggal, tapi tidak di lokasi, meninggal karena kecapean akibat perjalanan jauh.
Ngeri juga, melihat wadah2 air yang dicelupin batu. Tangan pencelup ikut masuk. Apa terjamin kebersihannya kalau air itu diminum. KTP2 dan kartu2 identitas lain dimasukkan ke dalam air, untuk pasien yang tidak bisa datang langsung, katanya dengan memasukkan KTP ke dalam air, khasiatnya akan sama. Aneh2 saja.
Mungkin memang benar, kasus adik Ponari bisa sembuh dari muntaber berkat batu itu. Tapi berbeda penyakit, kan beda juga penanganannya. Dan beda orang, beda juga kan reaksi tubuhnya terhadap suatu zat. Bisa jadi itu merupakan factor kebetulan, sugesti atau memang mujizat dari Tuhan. Yah…… siapa yang tahu, jika Tuhan berkehendak, apa pun bisa terjadi.
Dan sekarang, karena membikin kehebohan yang luar biasa, akhirnya polisi bertindak. Tempat itu disegel polisi.
Yah…… dunia memang semakin aneh2 saja. Dan yang aneh terkadang menjadi tidak aneh lagi. Sebuah keanehan bisa dengan tiba2 menjadi sebuah kehebohan, dan dengan tiba2 pula berita itu menghilang tanpa jejak. Kaya lagu pop aja ya, mendadak populer dan mendadak pula menghilang. He he
Seperti halnya beberapa waktu yang lalu, di Yogya pernah ada kehebohan serupa. Konon katanya limbah dari pabrik gula Madukismo, bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bermula dari seseorang yang sakit, berendam di air limbah itu tiba2 bisa sembuh, akhirnya berita itu dengan cepat menyebar. Ternyata berita dari mulut ke mulut lebih cepat menyebar dp via media massa ya. Dalam sekejab tempat itu menjadi seperti obyek wisata. Ada banyak penjaja makanan dan minuman, tukang parkir. Ramai terus. Lumayan, sumber penghasilan baru bagi warga sekitar. Ga pagi, ga siang, ga sore, tetep aja ada yang datang, bahkan dari luar kota. Semua pengin membuktikan kebenaran berita ini.
Air limbah berwarna hitam yang masih panas. Orang dengan rela berendam di sana, cuci muka, membasuh tangan dan kakinya, didorong oleh keinginan untuk sembuh. Hiiiiiiiii………
Salah seorang temanku pernah bercerita, katanya ayah temannya yang sakit gula, kakinya malah melepuh coz kepanasan. Akhirnya kapok ga akan ke sana lagi.
Dan akhirnya kehebohan ini pun mereda dengan sendirinya.
He he he……dunia memang semakin aneh.
Lumayan buat intermezzo dan bahan berita buat para pencari berita. Bukankah mending berita seperti ini daripada berita2 yang menyedihkan, perang yg ga kunjung usai, pengeboman, kerusuhan2, demo2, bencana di mana2, pembunuhan, perampokan, korupsi, artis kawin-cerai.
Ya…..Semoga dunia ini kembali aman damai sentosa.
Amin.
Monday, February 2, 2009
TENTANG THE HIDDEN MESSAGES IN WATER
Thursday, December 11, 2008
Aku pernah bilang mo break nulis dulu sementara, tapi hari ini aku pengin banget nulis. So akhirnya disempetin nulis deh.
Tentang 'The hidden messages in water', heboh2nya sudah sejak beberapa tahun yg lalu dan aku ga mau ketinggalan mengkoleksi 2 buku best seller buah karya Masaru Emoto.
Kemarin tyt si Bapak yg hebat ini berkesempatan bertandang ke kantor pusatku. Mana aku tau. Aku cuma tahu ada tamu dari Jepang, tapi siapa ngira klo tyt tamunya si Bapak ini. Tau gitu aku nitip ke temanku di kantor pusat mintain tanda tangannya di bukuku.
Keajaiban air......
Boleh percaya boleh tidak. Berbagai eksperimen membuktikan bahwa keajaiban air itu benar2 ada. Dan dalam kehidupan sehari-hari memang benar bukan, kita tidak akan pernah bisa lepas dari air. Dokter, dukun dalam pengobatan juga dengan bantuan air. Air, merupakan sarana penghantar yang baik, sarana transportasi dan juga berdaya membersihkan segala kotoran, segala racun, segala penyakit. Air dalam jumlah yg masih bisa dikontrol dan dalam kondisi normal akan sangat membantu kita dalam hidup sehari-hari. Tapi air juga dalam kondisi abnormal, dalam volume yang melebihi kapasitas normal, bisa sangat menyulitkan kita. Air bisa menjadi sahabat sekaligus bahaya yang mengancam kita.
Dari dulu aku menyukai segala hal yg berhubungan dengan air. Mungkin juga coz aku ini berbintang pisces, si ikan lincah. Ikan kan ga bisa hidup tanpa air. So aku suka sekali dengan air.
Air..... Sungguh menyejukkan dan menyegarkan. Ke mana aku pergi, air tidak pernah lepas dariku. Selalu kubawa bersamaku. Sebotol air putih, untuk berjaga-jaga klo kehausan di jalan. Aku lebih suka minum air putih daripada jajan es, softdrink, teh atau kopi. Kalaupun sekali2 minum minuman air berasa, habis itu kalau memungkinkan aku selalu mencari air putih untuk penetral. Rasanya baru berasa minum beneran kalau minum air putih. Sudah kebiasaan dari kecil kali ya. Dan bukankah air putih lebih bagus buat kesehatan, tidak memforsir ginjal untuk bekerja lebih keras.
Dan aku lebih suka jalan2 ke tempat yg banyak airnya daripada ke mall atau arena hiburan lain, meskipun aku juga suka jalan2 ke sana. Ke pantai, ke danau, air terjun, sawah, sungai pokoknya yang serba alam terbuka. Refreshing ke alam benar2 membuat fresh. Refreshing ke mall, fresh sesaat habis tu stress, duit tiba2 aja habis banyak, mau ga mau harus ekstra pengiritan mpe akhir bulan. Hwe hwe hwe...... jadi susah sendiri kan?
Nanti kalau punya rumah sendiri, penginnya bikin rumah dengan banyak air di dalamnya. Ruang tamu dan ruang makan didesain nge- blonk dengan sekat aquarium gedhe, marine aquarium. He he tapi biaya perawatannya juga gedhe, nti lihat budget dulu, kalau mampu ya bikin, klo ga ya, semampunya aja, dengan lukisan pemandangan bawah laut pun boleh lah. He he.......maksa.
Pengin bikin taman kering – taman minimalis - di dalam rumah, dekat ruang keluarga/ruang tamu and ruang makan, dengan kolam ikan dan air terjun mini. Pasti bakal kerasan di rumah. Kalau bisa ma bikin gua Maria kecil buat tempat doa.
Yah..... boleh donk berkhayal, sapa tau suatu saat nanti bisa kesampaian. Tul........ ga?
Dulu waktu kecil pernah pengin punya kolam renang sendiri, suka bujukin ayah minta dibikinin kolam renang kecil di belakang rumah. Belakangan pas udah bisa ngitung, ga lagi deh, secara tyt perawatannya mahal bgt dan tanya temanku yg kul di Arsitektur, budget buat bikinnya juga gedhe. Buat beli obat penjernih airnya aja mahal bgt. Mending dipake buat yg lain yg lebih urgent. Lagian ga penting2 amat kan, cuma pemborosan aja. Lagian emang bisa renang? He he he.........
Kembali ke topic keajaiban air.
Masaru Emoto berkesempatan hadir untuk memberikan seminar dan meninjau hasil eksperimen anak2 SD tentang keajaiban air. Percobaan keajaiban air ini dilakukan anak2 dengan dibimbing oleh guru. Dilakukan selama beberapa waktu. Dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Menanam tanaman bayam di dalam pot. Dibagi terpisah ke dalam beberapa pot. Sebagian pot disiram dgn air biasa, sebagian lagi tiap hari disiram dengan air yg sudah diperdengarkan musik classic dan sisi yang lain disiram dengan air yg sudah didoakan.
Selang beberapa waktu terlihat begitu nyata perbedaannya. Bayam yg disiram dengan air yang sudah didoakan dan diperdengarkan musik classic tumbuh dengan subur, sehat. Bayam yg disiram dengan air yg tidak didoakan dan tidak diperdengarkan musik classic semuanya dimakan ulat, terlihat daun-daunnya yg berlubang-lubang.
Percaya atau tidak, ini benar2 nyata. Waktu salah seorang ibu guru bercerita kepadaku, aku dibikin terkagum-kagum mendengarnya.
Dan aku ga mau ketinggalan, mencoba eksperimen Masaru Emoto bersama teman2 kostku, menggunakan beras yang direndam dalam air. Diulasnya nti lagi di lembar lain ya, udah kepanjangan.
Aku pernah bilang mo break nulis dulu sementara, tapi hari ini aku pengin banget nulis. So akhirnya disempetin nulis deh.
Tentang 'The hidden messages in water', heboh2nya sudah sejak beberapa tahun yg lalu dan aku ga mau ketinggalan mengkoleksi 2 buku best seller buah karya Masaru Emoto.
Kemarin tyt si Bapak yg hebat ini berkesempatan bertandang ke kantor pusatku. Mana aku tau. Aku cuma tahu ada tamu dari Jepang, tapi siapa ngira klo tyt tamunya si Bapak ini. Tau gitu aku nitip ke temanku di kantor pusat mintain tanda tangannya di bukuku.
Keajaiban air......
Boleh percaya boleh tidak. Berbagai eksperimen membuktikan bahwa keajaiban air itu benar2 ada. Dan dalam kehidupan sehari-hari memang benar bukan, kita tidak akan pernah bisa lepas dari air. Dokter, dukun dalam pengobatan juga dengan bantuan air. Air, merupakan sarana penghantar yang baik, sarana transportasi dan juga berdaya membersihkan segala kotoran, segala racun, segala penyakit. Air dalam jumlah yg masih bisa dikontrol dan dalam kondisi normal akan sangat membantu kita dalam hidup sehari-hari. Tapi air juga dalam kondisi abnormal, dalam volume yang melebihi kapasitas normal, bisa sangat menyulitkan kita. Air bisa menjadi sahabat sekaligus bahaya yang mengancam kita.
Dari dulu aku menyukai segala hal yg berhubungan dengan air. Mungkin juga coz aku ini berbintang pisces, si ikan lincah. Ikan kan ga bisa hidup tanpa air. So aku suka sekali dengan air.
Air..... Sungguh menyejukkan dan menyegarkan. Ke mana aku pergi, air tidak pernah lepas dariku. Selalu kubawa bersamaku. Sebotol air putih, untuk berjaga-jaga klo kehausan di jalan. Aku lebih suka minum air putih daripada jajan es, softdrink, teh atau kopi. Kalaupun sekali2 minum minuman air berasa, habis itu kalau memungkinkan aku selalu mencari air putih untuk penetral. Rasanya baru berasa minum beneran kalau minum air putih. Sudah kebiasaan dari kecil kali ya. Dan bukankah air putih lebih bagus buat kesehatan, tidak memforsir ginjal untuk bekerja lebih keras.
Dan aku lebih suka jalan2 ke tempat yg banyak airnya daripada ke mall atau arena hiburan lain, meskipun aku juga suka jalan2 ke sana. Ke pantai, ke danau, air terjun, sawah, sungai pokoknya yang serba alam terbuka. Refreshing ke alam benar2 membuat fresh. Refreshing ke mall, fresh sesaat habis tu stress, duit tiba2 aja habis banyak, mau ga mau harus ekstra pengiritan mpe akhir bulan. Hwe hwe hwe...... jadi susah sendiri kan?
Nanti kalau punya rumah sendiri, penginnya bikin rumah dengan banyak air di dalamnya. Ruang tamu dan ruang makan didesain nge- blonk dengan sekat aquarium gedhe, marine aquarium. He he tapi biaya perawatannya juga gedhe, nti lihat budget dulu, kalau mampu ya bikin, klo ga ya, semampunya aja, dengan lukisan pemandangan bawah laut pun boleh lah. He he.......maksa.
Pengin bikin taman kering – taman minimalis - di dalam rumah, dekat ruang keluarga/ruang tamu and ruang makan, dengan kolam ikan dan air terjun mini. Pasti bakal kerasan di rumah. Kalau bisa ma bikin gua Maria kecil buat tempat doa.
Yah..... boleh donk berkhayal, sapa tau suatu saat nanti bisa kesampaian. Tul........ ga?
Dulu waktu kecil pernah pengin punya kolam renang sendiri, suka bujukin ayah minta dibikinin kolam renang kecil di belakang rumah. Belakangan pas udah bisa ngitung, ga lagi deh, secara tyt perawatannya mahal bgt dan tanya temanku yg kul di Arsitektur, budget buat bikinnya juga gedhe. Buat beli obat penjernih airnya aja mahal bgt. Mending dipake buat yg lain yg lebih urgent. Lagian ga penting2 amat kan, cuma pemborosan aja. Lagian emang bisa renang? He he he.........
Kembali ke topic keajaiban air.
Masaru Emoto berkesempatan hadir untuk memberikan seminar dan meninjau hasil eksperimen anak2 SD tentang keajaiban air. Percobaan keajaiban air ini dilakukan anak2 dengan dibimbing oleh guru. Dilakukan selama beberapa waktu. Dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Menanam tanaman bayam di dalam pot. Dibagi terpisah ke dalam beberapa pot. Sebagian pot disiram dgn air biasa, sebagian lagi tiap hari disiram dengan air yg sudah diperdengarkan musik classic dan sisi yang lain disiram dengan air yg sudah didoakan.
Selang beberapa waktu terlihat begitu nyata perbedaannya. Bayam yg disiram dengan air yang sudah didoakan dan diperdengarkan musik classic tumbuh dengan subur, sehat. Bayam yg disiram dengan air yg tidak didoakan dan tidak diperdengarkan musik classic semuanya dimakan ulat, terlihat daun-daunnya yg berlubang-lubang.
Percaya atau tidak, ini benar2 nyata. Waktu salah seorang ibu guru bercerita kepadaku, aku dibikin terkagum-kagum mendengarnya.
Dan aku ga mau ketinggalan, mencoba eksperimen Masaru Emoto bersama teman2 kostku, menggunakan beras yang direndam dalam air. Diulasnya nti lagi di lembar lain ya, udah kepanjangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)