Heboh tentang perubahan zodiak yang ternyata berdasar perhitungan baru zodiakku bukan lagi Pisces tetapi ternyata Aquarius.... ow.. ow... ow...
Ga terlalu ngaruh sih, tapi iseng pengin juga baca kayak apa sih karakter Aquarius itu n kudapati ternyata karakterku memang lebih mendekati Aquarius dp Pisces. Hohohohoho.....
Mungkin benar ya sebenarnya aku ini memang wanita Aquarius bukan Pisces..... hehehehe....
Mau Pisces, mau Aquarius, buatku ga terlalu penting.
Tetap ga akan merubah diriku.
Cuma sekarang klo iseng baca ramalan bintang ya bacanya ga ramalan buat Pisces lagi tapi cari yg buat Aquarius. Moga2 ingat yak coz udah bertaon2 kebiasaan baca ramalan buat Pisces. hehehehe.....
Pisces itu..........
karakternya seperti ini
atau seperti ini
Sedangkan Aquarius itu.....
karakternya seperti ini
atau seperti ini
Sunday, January 30, 2011
MENCARI KEDAMAIAN
Berjalan tertatih-tatih merayap di kegelapan
Kulihat setitik cahaya terang jauh di ujung sana
Sepertinya masih begitu jauh jalan yang harus kutempuh
Perlahan namun pasti, ku akan melangkah ke sana
Paling tidak aku tahu ada sebuah harapan di sana
Suatu saat nanti aku akan mencapai cahaya terang itu
Dan aku percaya itulah jalan keluar untukku....
Selama ini aku merasa kedamaian seolah menghilang dari hidupku.
Hari2ku jadi berasa berantakan. Hari2 berlalu begitu cepat tanpa kesan yang tertinggal. Tanpa sebuah gairah. Seperti ada yang hilang dari hidupku.
Seorang teman beberapa waktu yang lalu sharing melalui sms. Dia bercerita sekarang ini sedang mencoba secara teratur tiap malam membaca buku renungan malam, dan dia merasakan kedamaian.
Uppphs.... mungkin karena itu. Aku sekarang merasa hidupku jauh dari kedamaian. Kebiasaan2 yang dulu sekitar 2-3 tahun yang lalu rutin kulakukan, sekarang tidak pernah lagi kulakukan.
Dulu hidupku rasanya begitu damai, mengalir tanpa beban.
Sekarang rasanya hidupku hanya untuk bekerja dan bekerja. Kesibukanku di kantor sungguh menyita waktuku. Tiada waktu lagi buatku untuk berserah diri pada-Nya. Menyerahkan dan memasrahkan semua beban hidupku kepada-Nya dan hanya kepada-Nya. Ya, hanya Dia yang tahu jalan keluarnya. Hanya Dia yang bisa membimbingku ke mana harus melangkah dan menemukan kedamaian.
Dulu, aku terbiasa bangun pagi dengan badan segar, pikiran jernih, siap melewati hari.
Tiap pagi ga lupa kubaca firman-Nya, kugarisbawahi firman yang kuanggap penting untuk selalu kuingat dengan tinta merah, lanjut membaca renungan pagi seusai doa pagi yang kupanjatkan. Habis itu masih cukup waktu buatku untuk sejenak relaksasi, olahraga pagi, menyiapkan sarapan n bekal makan siang untuk ke kantor.
Tiap bulan Mei dan October, tak lupa tiap malam, kuraih rosarioku, pk.22.00 berserah diri ke Bunda dan tiap usai misa berdoa bersujud di hadapan bunda, menceritakan apa pun yang pengin kuceritakan ke bunda.
Tiap masa Prapaska n bulan puasa jelang Idul Fitri, 1 bulan full aku selalu berpuasa. Rutin ikut misa Novena, ibadat n misa Jalan Salib tiap minggu jelang Prapaska, datang ke pertemuan lingkungan.
Hohohohohoho..... semua itu sudah lama kutinggalkan.
Ya, mungkin itu jawaban dari ke mana kedamaian yang selama ini kurasakan menghilang.
Ya, aku akan berbenah. Mencoba hidup teratur. Menyediakan waktu untuk-Nya, untuk mendekatkan diri pada-Nya.
Aku percaya kedamaian itu pasti akan kurasakan kembali.
Tuhan bantu aku.............
Kulihat setitik cahaya terang jauh di ujung sana
Sepertinya masih begitu jauh jalan yang harus kutempuh
Perlahan namun pasti, ku akan melangkah ke sana
Paling tidak aku tahu ada sebuah harapan di sana
Suatu saat nanti aku akan mencapai cahaya terang itu
Dan aku percaya itulah jalan keluar untukku....
Selama ini aku merasa kedamaian seolah menghilang dari hidupku.
Hari2ku jadi berasa berantakan. Hari2 berlalu begitu cepat tanpa kesan yang tertinggal. Tanpa sebuah gairah. Seperti ada yang hilang dari hidupku.
Seorang teman beberapa waktu yang lalu sharing melalui sms. Dia bercerita sekarang ini sedang mencoba secara teratur tiap malam membaca buku renungan malam, dan dia merasakan kedamaian.
Uppphs.... mungkin karena itu. Aku sekarang merasa hidupku jauh dari kedamaian. Kebiasaan2 yang dulu sekitar 2-3 tahun yang lalu rutin kulakukan, sekarang tidak pernah lagi kulakukan.
Dulu hidupku rasanya begitu damai, mengalir tanpa beban.
Sekarang rasanya hidupku hanya untuk bekerja dan bekerja. Kesibukanku di kantor sungguh menyita waktuku. Tiada waktu lagi buatku untuk berserah diri pada-Nya. Menyerahkan dan memasrahkan semua beban hidupku kepada-Nya dan hanya kepada-Nya. Ya, hanya Dia yang tahu jalan keluarnya. Hanya Dia yang bisa membimbingku ke mana harus melangkah dan menemukan kedamaian.
Dulu, aku terbiasa bangun pagi dengan badan segar, pikiran jernih, siap melewati hari.
Tiap pagi ga lupa kubaca firman-Nya, kugarisbawahi firman yang kuanggap penting untuk selalu kuingat dengan tinta merah, lanjut membaca renungan pagi seusai doa pagi yang kupanjatkan. Habis itu masih cukup waktu buatku untuk sejenak relaksasi, olahraga pagi, menyiapkan sarapan n bekal makan siang untuk ke kantor.
Tiap bulan Mei dan October, tak lupa tiap malam, kuraih rosarioku, pk.22.00 berserah diri ke Bunda dan tiap usai misa berdoa bersujud di hadapan bunda, menceritakan apa pun yang pengin kuceritakan ke bunda.
Tiap masa Prapaska n bulan puasa jelang Idul Fitri, 1 bulan full aku selalu berpuasa. Rutin ikut misa Novena, ibadat n misa Jalan Salib tiap minggu jelang Prapaska, datang ke pertemuan lingkungan.
Hohohohohoho..... semua itu sudah lama kutinggalkan.
Ya, mungkin itu jawaban dari ke mana kedamaian yang selama ini kurasakan menghilang.
Ya, aku akan berbenah. Mencoba hidup teratur. Menyediakan waktu untuk-Nya, untuk mendekatkan diri pada-Nya.
Aku percaya kedamaian itu pasti akan kurasakan kembali.
Tuhan bantu aku.............
WANITA CANTIK DAN SMS CANTIK
Tepat di penghujung tahun kemarin, aku mendapat sebuah sms dari seorang teman.
Sebuah sms berantai.
Kadang2 aku merasa terganggu menerima sms berantai dan jarang ku-forward, tapi waktu itu aku bersyukur banget menerima sms itu. Sms cantik yang sungguh menguatkanku. Sms yang tepat dan datang di saat yang tepat.
Sms-nya seperti ini:
Hii girls
Ngrasa cantik?
ok.ok
denger yah!
Wanita cantik itu:
tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis,
tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa,
tetap kuat walau sebenarnya ia sudah ga sanggup lagi,
tetap semangat walau sebenarnya ia tertekan oleh masalah.
Yang terpenting:
tetep sabar dan memandang segalanya baik2 aja walau ia sebenarnya udah terluka.
Nah,
sebarin sms ini ke wanita cantik yang lain.
ok cantik?
eits
Wanita cantik ga pelit pulsa loh!!! ha3
Bersyukur banget dapet sms ini.
Hehehe bener,
apapun yang terjadi,
se-bete apapun....
sesedih apapun...
semarah apapun...
sekecewa apapun...
aku harus tetap tersenyum...
aku harus tetap tertawa lepas...
aku harus tetap semangat...
Baca sms ini, aku langsung ingat 2 sahabatku yang aku merasa mereka juga amat memerlukan sms ini.
Segera ku-forward sms ini ke mereka n segera dapet balesan.
first: itulah kenapa dibilang wanita lebih kuat daripada pria...
second: makasih nok, hari ini aku lg depresi soal kerjaan n ur sms really strengthen me.
Tak lupa ku-reply bt yang mengirim sms ini ke aku, 'Terimakasih cantik'
N makasih juga buat pemrakasa n pengirim pertama sms berantai ini. Banyak wanita2 yang telah dikuatkan oleh sms cantik ini.
Terimakasih..... ^_^
Yeah.....
Buat wanita-wanita cantik yang lain...
Semangaaaaat!!!!!!!!!!!!!!
Sebuah sms berantai.
Kadang2 aku merasa terganggu menerima sms berantai dan jarang ku-forward, tapi waktu itu aku bersyukur banget menerima sms itu. Sms cantik yang sungguh menguatkanku. Sms yang tepat dan datang di saat yang tepat.
Sms-nya seperti ini:
Hii girls
Ngrasa cantik?
ok.ok
denger yah!
Wanita cantik itu:
tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis,
tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa,
tetap kuat walau sebenarnya ia sudah ga sanggup lagi,
tetap semangat walau sebenarnya ia tertekan oleh masalah.
Yang terpenting:
tetep sabar dan memandang segalanya baik2 aja walau ia sebenarnya udah terluka.
Nah,
sebarin sms ini ke wanita cantik yang lain.
ok cantik?
eits
Wanita cantik ga pelit pulsa loh!!! ha3
Bersyukur banget dapet sms ini.
Hehehe bener,
apapun yang terjadi,
se-bete apapun....
sesedih apapun...
semarah apapun...
sekecewa apapun...
aku harus tetap tersenyum...
aku harus tetap tertawa lepas...
aku harus tetap semangat...
Baca sms ini, aku langsung ingat 2 sahabatku yang aku merasa mereka juga amat memerlukan sms ini.
Segera ku-forward sms ini ke mereka n segera dapet balesan.
first: itulah kenapa dibilang wanita lebih kuat daripada pria...
second: makasih nok, hari ini aku lg depresi soal kerjaan n ur sms really strengthen me.
Tak lupa ku-reply bt yang mengirim sms ini ke aku, 'Terimakasih cantik'
N makasih juga buat pemrakasa n pengirim pertama sms berantai ini. Banyak wanita2 yang telah dikuatkan oleh sms cantik ini.
Terimakasih..... ^_^
Yeah.....
Buat wanita-wanita cantik yang lain...
Semangaaaaat!!!!!!!!!!!!!!
Sunday, January 23, 2011
Tuesday, January 18, 2011
Sabaaar...... Sabaaar.....
Kemarin kesabaranku benar2 sedang diuji.
Aku sedang dikejar deadline kerjaan akhir tahun. Sudah beberapa kali atasan n konsultan ktr-ku menelepon menanyakan progress annual reportku. Hohoho belum..... belum....
Give me more time....
Beberapa berkas masih harus kucari, beberapa laporan yang belum masuk sudah kukejar2 n untunglah akhirnya masuk jg meski belum sempat ku-check apakah sudah lengkap atau belum.
Dan masih ada tumpukan berkas yang menunggu d next input. Ow ow ow.... kapan ini semua akan berakhir.
Yah, gara2 event tahun kemarin jadi banyak kerjaanku yang kepending.
Aku kemarin sudah bertekad, akan konsen ke gaweku. Biar cepat terbebas dari semua angka2 ini....
Tapi memang rencana selalu tinggal rencana.
Praktik di lapangan selalu saja berbeda 180 derajat dari apa yg kita rencanakan.
Salah satu temanku ga masuk karena sakit, jadi we teman seruangku harus menggantikannya di kantor pusat.
Dan jadilah aku sibuk seharian melakukan kerjaan di luar plan-ku.
Telepon tak henti2 berdering. Dan sbg contact person biarpun sebenarnya aku sedang tidak mood ngangkat, mau ga mau harus acting seramah mungkin. Yayaya.... sabar... sabar...
Ditambah mami ga masuk. Aku musti gantiin tugasnya nulis denda. Hohohoho.... tolong....
Kenapa juga yg kata mami hari ini ga akan banyak yg datang minta denda pd kenyataannya dari pagi tak henti2nya yg datang. Mamiiiiiii......
Belum lagi ditambah ada sesekali yg datang mengajak ngobrol. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, obrolannya kutanggapi sambil tangan sibuk di keyboar n mata sibuk di layar monitor. Semoga saja dia mengerti, aku lagi tidak pengin diganggu.
Sabar..... Sabaaaar......................
Semua pasti bakal beres biarpun belum bisa diprediksi.... kapankah itu...... :(:(
Aku sedang dikejar deadline kerjaan akhir tahun. Sudah beberapa kali atasan n konsultan ktr-ku menelepon menanyakan progress annual reportku. Hohoho belum..... belum....
Give me more time....
Beberapa berkas masih harus kucari, beberapa laporan yang belum masuk sudah kukejar2 n untunglah akhirnya masuk jg meski belum sempat ku-check apakah sudah lengkap atau belum.
Dan masih ada tumpukan berkas yang menunggu d next input. Ow ow ow.... kapan ini semua akan berakhir.
Yah, gara2 event tahun kemarin jadi banyak kerjaanku yang kepending.
Aku kemarin sudah bertekad, akan konsen ke gaweku. Biar cepat terbebas dari semua angka2 ini....
Tapi memang rencana selalu tinggal rencana.
Praktik di lapangan selalu saja berbeda 180 derajat dari apa yg kita rencanakan.
Salah satu temanku ga masuk karena sakit, jadi we teman seruangku harus menggantikannya di kantor pusat.
Dan jadilah aku sibuk seharian melakukan kerjaan di luar plan-ku.
Telepon tak henti2 berdering. Dan sbg contact person biarpun sebenarnya aku sedang tidak mood ngangkat, mau ga mau harus acting seramah mungkin. Yayaya.... sabar... sabar...
Ditambah mami ga masuk. Aku musti gantiin tugasnya nulis denda. Hohohoho.... tolong....
Kenapa juga yg kata mami hari ini ga akan banyak yg datang minta denda pd kenyataannya dari pagi tak henti2nya yg datang. Mamiiiiiii......
Belum lagi ditambah ada sesekali yg datang mengajak ngobrol. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, obrolannya kutanggapi sambil tangan sibuk di keyboar n mata sibuk di layar monitor. Semoga saja dia mengerti, aku lagi tidak pengin diganggu.
Sabar..... Sabaaaar......................
Semua pasti bakal beres biarpun belum bisa diprediksi.... kapankah itu...... :(:(
Seminggu ini ga tau kenapa merasa begitu menyedihkan
Ada banyak masalah tapi aku tahu bukan itu yang membuatku tidak bersemangat
Kembali dibayangi hal2 yang aku sudah bertekad tidak akan memikirkannya lagi
What’s wrong with me or what’s wrong with.....
Oh damn!!!!!!!!!
Hope nothing bad happened with.....
Lebih baik kuhabiskan saja coklatku, takut keduluan cucurut kek dulu... xixixixi
Ada banyak masalah tapi aku tahu bukan itu yang membuatku tidak bersemangat
Kembali dibayangi hal2 yang aku sudah bertekad tidak akan memikirkannya lagi
What’s wrong with me or what’s wrong with.....
Oh damn!!!!!!!!!
Hope nothing bad happened with.....
Lebih baik kuhabiskan saja coklatku, takut keduluan cucurut kek dulu... xixixixi
Monday, January 17, 2011
MENYETIR
Sudah cukup lama ayahku memintaku belajar nyetir n then bikin SIM A. Beberapa kali tiap pulang, ayahku mengingatkanku terus.
‘Ikut kursus! Yang penting kamu punya SIM-nya dulu.’
Di rumah yang ga bisa nyetir n belum punya SIM A memang cuma aku, eh ma ibuku dink. Makanya ayahku berharap aku bisa nyetir juga biar ga tergantung terus ma orang, ke mana2 minta anter n klo pegi2 ga bisa gantiin nyetir.
Ikut kursus buatku itu cuma formalitas demi mendapatkan sertifikat untuk mengurus SIM. Kalaupun ikut kursus, penginnya aku dah bisa menyetir dulu. At least bisa maju, mundur n belok lah.
Lagian kupikir buat apa punya SIM sekarang toh di Bandung ga pernah dipakai, kecuali nti aku benar2 sudah punya pegangan kendaraan sendiri baru deh aku mau bikin SIM. Klo ga pernah make takutnya nti malah lupa.
Pada dasarnya aku takut nyetir. Takut nabrak orang, takut pas di tanjakan tiba2 mundur sendiri coz ga kuat naik n ga pinter main kopling, takut gugup di kemacetan, takut di tempat parkir ga bisa markir, takut nemu tempat parkir di mall yang naik melingkar-lingkar, takut nyebrang. Heeeuuuh.....
Heleh... belum mencoba sudah ada begitu banyak ketakutan-ketakutan.
N yang jelas klo mpe nabrak, takut dimarahi. Ongkos bengkel mahal boooo. Hehehe
Dan kebeneran yang pada kuminta ngajarin nyetir biarpun cuma sambil becandaan semua pada meragukanku.
Aku memang paling susah belajar n paling susah bisa di keluargaku. Nurun dari Ibuku keknya yang juga sama sekali ga tertarik dengan setir-menyetir. Lebih seneng duduk manis, percaya ma yang nyetir, tahu2 dah sampai tempat tujuan dengan selamat. Hehehehe....
Lagian kasihan juga kendaraan yang jadi korban eksperimenku. Huehuehue....
Ntar deh, klo mang terpaksa harus bisa nyetir, pasti juga akan bisa sendiri.
Kek dulu waktu aku terpaksa harus bisa naik motor, diminta mengantar motor ke tempat kerja ibuku yang sebenarnya deket banget dengan rumahku, klo ga, ga akan dibeliin baju baru oleh ibuku, akhirnya bisa naik motor dengan sendirinya. Hehehehe....
Sabar ya ayah,
Suatu saat nanti aku pasti bisa nyetir juga kok....
Sementara latihan di bom bom car dulu yak...... ~_^
‘Ikut kursus! Yang penting kamu punya SIM-nya dulu.’
Di rumah yang ga bisa nyetir n belum punya SIM A memang cuma aku, eh ma ibuku dink. Makanya ayahku berharap aku bisa nyetir juga biar ga tergantung terus ma orang, ke mana2 minta anter n klo pegi2 ga bisa gantiin nyetir.
Ikut kursus buatku itu cuma formalitas demi mendapatkan sertifikat untuk mengurus SIM. Kalaupun ikut kursus, penginnya aku dah bisa menyetir dulu. At least bisa maju, mundur n belok lah.
Lagian kupikir buat apa punya SIM sekarang toh di Bandung ga pernah dipakai, kecuali nti aku benar2 sudah punya pegangan kendaraan sendiri baru deh aku mau bikin SIM. Klo ga pernah make takutnya nti malah lupa.
Pada dasarnya aku takut nyetir. Takut nabrak orang, takut pas di tanjakan tiba2 mundur sendiri coz ga kuat naik n ga pinter main kopling, takut gugup di kemacetan, takut di tempat parkir ga bisa markir, takut nemu tempat parkir di mall yang naik melingkar-lingkar, takut nyebrang. Heeeuuuh.....
Heleh... belum mencoba sudah ada begitu banyak ketakutan-ketakutan.
N yang jelas klo mpe nabrak, takut dimarahi. Ongkos bengkel mahal boooo. Hehehe
Dan kebeneran yang pada kuminta ngajarin nyetir biarpun cuma sambil becandaan semua pada meragukanku.
Aku memang paling susah belajar n paling susah bisa di keluargaku. Nurun dari Ibuku keknya yang juga sama sekali ga tertarik dengan setir-menyetir. Lebih seneng duduk manis, percaya ma yang nyetir, tahu2 dah sampai tempat tujuan dengan selamat. Hehehehe....
Lagian kasihan juga kendaraan yang jadi korban eksperimenku. Huehuehue....
Ntar deh, klo mang terpaksa harus bisa nyetir, pasti juga akan bisa sendiri.
Kek dulu waktu aku terpaksa harus bisa naik motor, diminta mengantar motor ke tempat kerja ibuku yang sebenarnya deket banget dengan rumahku, klo ga, ga akan dibeliin baju baru oleh ibuku, akhirnya bisa naik motor dengan sendirinya. Hehehehe....
Sabar ya ayah,
Suatu saat nanti aku pasti bisa nyetir juga kok....
Sementara latihan di bom bom car dulu yak...... ~_^
Subscribe to:
Posts (Atom)