Friday, January 30, 2009
Hari minggu 25 Januari kemarin, sebenere kita sempet mampir ke mall. Habis dari Gazibu kita lanjutkan jalan2 kita ke daerah Bandung Selatan. Hujan turun terus sepanjang siang mpe sore. Kita terdampar lumayan lama di depan Alfamart daerah Bojongsoang, untung juga di situ ada yang jualan gorengan yang rasanya lumayan. So…. sambil nunggu hujan reda, kita tetap ada aktivitas…… memamah biak gorengan.
Tadinya kita ke sana niatnya mau foto2 dengan view hamparan empang atau sawah. Tapi di musim hujan, jarang bisa dijumpai sawah2 dengan padi menghijau atau menguning. Kebanyakan sawah2 disulap jadi empang, sebagai sarana penampungan air untuk mengantisipasi banjir sekaligus buat miara ikan. So…… jangan heran kalau menjumpai bapak2 yang pada mancing di sawah. He he…
Yah, di daerah sana masih banyak rawa2, tanahnya daya serapnya kurang coz kandungan airnya yang cukup tinggi, so cara ini lumayan ampuh untuk menanggulangi banjir.
Di sana udaranya masih segar, bersih bebas polusi. Lumayan buat penghilang stress. Sejauh mata memandang, yang terlihat empang…… hamparan empang. Dilihat dari jauh kaya danau yang luas banget. Bagus sekali, berlatar pegunungan yang tampak membiru dari kejauhan. Yah….. kita back to the village.
Tapi sayang, hari itu hujan ga mau diajak kompromi. Biarpun sudah berusaha menghalau hujan dengan gerakan meniru pawang, ga juga membuahkan hasil. Dan sebenarnya memaksa berfoto di sana juga paling banter cuma bisa 4-5 x jepret doank coz kamera dah lowbat, hp juga dah lowbat, malamnya lupa ga di-charge.
Akhirnya setelah tinggal gerimis2 kecil, kita memutuskan lanjut ke mall di daerah Bandung Timur. Si Riz, pasti belum pernah ke sana. Biar wawasannya tentang Bandung nambah dikit.
‘Masih lama ga? Kok ga mpe2, aku ngantuk banget!’ kata Riz.
‘Sabar ya, bentar lagi mpe.’
Dan pas memasuki area mall, si Riz terheran-heran,’Lho, katanya mau ke mall, kok kaya pasar?’
‘He he…… ya ini mallnya. Yg namanya Mall Chi ya kaya gini.’
Bandung…… memang gudangnya fashion. Pengin cari baju, sepatu, atau pun tas, Mau pilih yang mana? Import ber-merk, buatan DN dengan high-medium-low quality, ber-merk tiruan dengan high-medium-low quality maupun second dengan high-medium-low quality, semuanya ada, tinggal pilih aja mau yang mana.
Di Mall Chi ini alias Chi Mall yang nama barunya Pasar Gedhe Bage, terletak di Jl. Soekarno Hatta km banyak, sekitar 1-2 km dari Metro (kalau aku ga salah ngitung). Barang2 yang dijual memang semuanya barang second. Ada juga barang2 sortiran. Kebanyakan import dari luar. Ada yang dari Cina, Korea dan Eropa. Kalau jeli dan pintar memilih, bisa mendapatkan barang2 yang masih bagus, ber-merk dengan harga murah meriah. Ada baju yang diobral per potong seribu dua ribu. Tapi jangan salah, untuk barang2 ber-merk tertentu harganya boleh dibilang masih mahal, ditawar berapa kali pun, tetap ga akan dilepas oleh pedagang jika barang itu memang bernilai jual tinggi. Jaket2 kulit dan tas2 bermerk, beberapa di antaranya ditawarkan dengan kisaran harga Rp.150.000,- ke atas. Susah banget ditawar, paling banter bisa turun sekitar 20 mpe 30 ribu. Ditinggal pergi juga, si pedagang teuteup keukeuh, tidak akan dikasih.
Katanya artis2 banyak juga lho yang suka berburu ke Chi mall ini. Secara barang2nya bener2 limited banget, kaya di butik aja, ga akan ada yg nyamain. Dengan desain dari luar pula. Tinggal di-laundry aja, jadilah kaya beli baru. Yang parkir aja, banyak juga mobil2 mewah dari luar kota. He he……
Kita ke sana cuma muter2 doank sambil nunggu hujan reda. Mpe cape juga ga nemu apa yang kira2 bakal dibeli, coz memang dah ga ada budget untuk itu. He he. Akhirnya pulang dengan membawa 1 kg duku Palembang (Di sana juga ada pasar buah dengan harga yang lumayan murah).
Sudah pk. 5 sore, kita buru2 ke Stasiun mo beli ticket buat Riz balik ke Jakarta Senin sore.
Yah paling tidak Riz hari ini dapat pengalaman baru, jalan2 ke mall murah meriah di Bandung. Lumayan juga rute kita hari ini, Bandung Utara, Bandung Tengah, Bandung Selatan dan Bandung Timur. Cuma Bandung Barat aja yang ga dilewati. Tapi ga tahu, Riz menikmati jalan2 kita kali ini ga ya…… ~_^
Friday, January 30, 2009
Thursday, January 29, 2009
MOLLEN MANIA
Thursday, January 29, 2009
Mollen……salah satu cemilan kesukaanku sejak kecil. Kue goreng berbahan dasar terigu yang di dalamnya berisi pisang. Belakangan isinya dibuat bervariasi dengan rasa kacang hijau dan nenas. Tergantung selera suka yang mana. Tapi tentu saja aku juga pilih2. Untuk mollen rasa pisang, aku suka yang pisangnya manis, ga suka kalau isinya pisang yg masih belum terlalu matang atau pisang kepok.
Mollen makanan murah meriah yang bisa kita dapatkan di gerobak2 di pinggir2 jalan. Di Bandung mollen yang biasa kubeli dijual di daerah yang biasa kulewati, so ga usah jauh2 mencari. Mollen kecil2 seribu dapat 3. Aku biasanya beli di mang gerobak di Jl. Asmi Bandung. Biasa mangkal di depan SD Asmi dari pagi mpe sore. Ada 3 pilihan rasa, pisang, kacang hijau dan nenas. Aku rasa nenas kurang begitu suka, biasanya beli rasa pisang dan kacang hijau. Pernah ngebungkus dibawa ke kantor, buat cemilan sore pas lembur. Ternyata temanku juga suka. Akhirnya kadang suka nitip, beli 5 ribu, dapat 1 dos kecil, lumayan buat pengganjal perut.
Belakangan aku nemu lagi mollen yang enak, dengan ukuran lebih besar, dijual @Rp.600,-. Kulit luarnya empuk banget, ga seperti kebanyakan mollen yang lapisan luarnya agak keras. Dan jadilah nih mollen jadi mollen favoritku. Mollen di Jl. Karapitan, hampir ke Simpang lima Asia-afrika. Di sana juga dijual ca kwe, odading dan kue tambang. Semuanya enak. Teman2 kostku akhirnya juga kut ngicipin mollen ini, dan akhirnya menularlah, jadi pada suka mollen ini. Anak2 sering telp/sms nitip dibeliin mollen sepulangku dari kantor. Dan parahnya ada salah satu temanku yang jadi mollen mania. Nih anak klo udah suka ma makanan tertentu, jadi maniak banget. Dulu dia suka nasi liwet, hampir tiap hari bikin nasi liwet. Suka tjap jae, hampir tiap hari mbujukin minta dibikinin tjap jae. Eh sekarang dia jadi mollen mania. Tiap hari selalu minta dibeliin mollen. Akhirnya…. jadilah aku saban hari beli mollen, mpe yang jual apal banget ma aku. Mungkin mpe heran, nih orang kok ga bosen2nya ma mollen. Dan tiap kali si Kuntil maen ke kost, dia tanya, ‘Ada makanan apa?’
Dijawab serempak,’mollen.’
He he he….. mollen lagi mewabah. Aku yang sekarang akhirnya jadi dah agak bosan ma mollen. Dah neg. Tiap ke sana beli cemilannya jadi bervariasi, ga selalu mollen.
Mollen….. oh mollen……
Mollen……salah satu cemilan kesukaanku sejak kecil. Kue goreng berbahan dasar terigu yang di dalamnya berisi pisang. Belakangan isinya dibuat bervariasi dengan rasa kacang hijau dan nenas. Tergantung selera suka yang mana. Tapi tentu saja aku juga pilih2. Untuk mollen rasa pisang, aku suka yang pisangnya manis, ga suka kalau isinya pisang yg masih belum terlalu matang atau pisang kepok.
Mollen makanan murah meriah yang bisa kita dapatkan di gerobak2 di pinggir2 jalan. Di Bandung mollen yang biasa kubeli dijual di daerah yang biasa kulewati, so ga usah jauh2 mencari. Mollen kecil2 seribu dapat 3. Aku biasanya beli di mang gerobak di Jl. Asmi Bandung. Biasa mangkal di depan SD Asmi dari pagi mpe sore. Ada 3 pilihan rasa, pisang, kacang hijau dan nenas. Aku rasa nenas kurang begitu suka, biasanya beli rasa pisang dan kacang hijau. Pernah ngebungkus dibawa ke kantor, buat cemilan sore pas lembur. Ternyata temanku juga suka. Akhirnya kadang suka nitip, beli 5 ribu, dapat 1 dos kecil, lumayan buat pengganjal perut.
Belakangan aku nemu lagi mollen yang enak, dengan ukuran lebih besar, dijual @Rp.600,-. Kulit luarnya empuk banget, ga seperti kebanyakan mollen yang lapisan luarnya agak keras. Dan jadilah nih mollen jadi mollen favoritku. Mollen di Jl. Karapitan, hampir ke Simpang lima Asia-afrika. Di sana juga dijual ca kwe, odading dan kue tambang. Semuanya enak. Teman2 kostku akhirnya juga kut ngicipin mollen ini, dan akhirnya menularlah, jadi pada suka mollen ini. Anak2 sering telp/sms nitip dibeliin mollen sepulangku dari kantor. Dan parahnya ada salah satu temanku yang jadi mollen mania. Nih anak klo udah suka ma makanan tertentu, jadi maniak banget. Dulu dia suka nasi liwet, hampir tiap hari bikin nasi liwet. Suka tjap jae, hampir tiap hari mbujukin minta dibikinin tjap jae. Eh sekarang dia jadi mollen mania. Tiap hari selalu minta dibeliin mollen. Akhirnya…. jadilah aku saban hari beli mollen, mpe yang jual apal banget ma aku. Mungkin mpe heran, nih orang kok ga bosen2nya ma mollen. Dan tiap kali si Kuntil maen ke kost, dia tanya, ‘Ada makanan apa?’
Dijawab serempak,’mollen.’
He he he….. mollen lagi mewabah. Aku yang sekarang akhirnya jadi dah agak bosan ma mollen. Dah neg. Tiap ke sana beli cemilannya jadi bervariasi, ga selalu mollen.
Mollen….. oh mollen……
WISATA KE LAUTAN BUNGA
Thursday, January 29, 2009
Turun dari Lembang, kita masih pengin jalan2 lagi. Masih penasaran dengan Villa Istana Bunga, akhirnya kita mutusin pergi ke sana. Kakakku, istrinya dan anaknya pulang duluan, kasihan si kecil sudah kecapean.
Akhirnya aku tahu kenapa tadi terlewat terlalu jauh. Papan reklame penunjuk arah lokasi ‘Villa Istana Bunga’ sebagian besar tertutup dahan pohon. So….. pantes kok aku ga lihat. Lumayan hari itu…… untuk pertama kalinya aku ke Lembang naik motor sendiri. Biasanya aku ogah bawa motor dengan rute naik turun, mending gonceng. Ternyata Lembang ga jauh juga kok, dan hari itu jalan tidak terlalu crowded, so kita bisa cepat sampai. Kapan2 berani deh ke sini lagi bawa motor sendiri. Bisa cepat sampai coz gampang nyusup2 di antara mobil2.
Masuk ke Villa Istana Bunga dari jalan utama Lembang ternyata lumayan jauh, dengan medan banyak tikungan naik yang tajam. Untung ga lagi hujan. Dan sampai di Villa…. Ternyata ga seindah bayanganku, kita semua kecewa. Yah…… jauh2 ke sini, ternyata cuma kaya gini doank…….? Ada papan penunjuk arah ke danau, kita muter2 ga juga menemukannya. Putus asa, ya sudah, kita turun, ‘Makan surabi di Setia Budi saja hyukkkkkk!’
Kita memilih lewat Jl. Sersan Bajuri, dan kita terpesona oleh lautan bunga yang ada di sana. Di kanan kiri jalan. Cantiknya…………!!!!!!!!!
Kita jalan pelan2……… dan akhirnya kita ga kuat. Kita berhenti di salah satu Green House yang menurut kita paling cantik di sana.
Whuah…… rasanya pengin ngeborong bunga2 yang ada di sana. Apalagi dijual dengan harga yang murah2.


Bingung...... bingung...... pilih yg mana ya?????
Kastuba merah dan kuning……… hihi dah lama banget aku pengin beli, pengin juga dibawa pulang ke Yogya, oleh2 buat my mum, pasti bakal suka banget…… Kastuba dijual @Rp.10.000,- belum ditawar. Murah banged……!!!! Tahun kemarin waktu aku coba tanya di Tegalega, di sana @Rp.25.000,- belum ditawar. Aster warna-warni @Rp.5.000,- dan aneka bunga lain yang biasanya untuk bunga potong juga dijual @Rp.5.000,-
Ada satu tanaman lagi yang aku suka, sejenis paku-pakuan. Tadinya pengin beli sekalian tapi bingung mau bawanya gimana, nti juga belum kepikir mau ditaruh di mana. @Rp.10.000,- kalau aku tidak salah namanya ‘Saka’.

Wish this green house was mine......
Karena keburu gerimis, dan kita keburu dikejar waktu, surabi Setia Budi masih menunggu, masih harus hunting oleh2 ke Pasar Kosambi, kereta Riz pk.18.30 dan waktu sudah menunjukkan pk.15.00, akhirnya kita cabut deh……
Dan kita berjanji……… Nanti bakal ke sini lagi, ngeborong bunga, meskipun ga yakin bakal sempat merawatnya atau ga. Paling banter cuma sebulan rajin merawat, habis itu pasti kambuh malasnya.
Yah…… Siapa tahu, seiring bertambahnya umur, jadi semakin rajin.... Mencari kesibukan di rumah saja coz tenaga buat keluyuran semakin berkurang. He he……
Akhirnya kesampaian dah punya bunga kastuba merah.
Mau ditaruh di mana ya?
Katanya ga boleh kena panas, nti warna merahnya bisa hilang.
Waktu aku tanya ke Mbak yang jaga stand di sana, katanya nti lambat laun warna merahnya akan hilang. Kalau pengin warna merahnya ada lagi, harus di-setek lagi. Kalau ga, dipotong ujung2nya, dibungkus pakai plastic, jauhkan dari sinar matahari. Akhirnya……tadinya pengin beli beberapa Kastuba buat Natal nanti jadi urung. Nti aja jelang Natal ke sini lagi, takut percobaan mengembalikan warna merah Kastuba gagal total.

Akhirnya kesampean jg pny kastuba merah
Oh ya……. Kastubanya baiknya ditaruh di mana ya. Ditaruh di kamar? Ga ah, aku masih terlalu egois untuk berbagi oksigen dengan si Kastuba di malam hari. Ya udah, sementara ditaruh di meja makan dulu, buat nemeni makan, nti sesekali dikeluarin biar tetap dapat asupan cahaya.
Dan kita dah bikin janji……. Nti dalam waktu dekat kita akan jalan2 ke lautan bunga lagi. Rame2 naik motor.
Hyuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Turun dari Lembang, kita masih pengin jalan2 lagi. Masih penasaran dengan Villa Istana Bunga, akhirnya kita mutusin pergi ke sana. Kakakku, istrinya dan anaknya pulang duluan, kasihan si kecil sudah kecapean.
Akhirnya aku tahu kenapa tadi terlewat terlalu jauh. Papan reklame penunjuk arah lokasi ‘Villa Istana Bunga’ sebagian besar tertutup dahan pohon. So….. pantes kok aku ga lihat. Lumayan hari itu…… untuk pertama kalinya aku ke Lembang naik motor sendiri. Biasanya aku ogah bawa motor dengan rute naik turun, mending gonceng. Ternyata Lembang ga jauh juga kok, dan hari itu jalan tidak terlalu crowded, so kita bisa cepat sampai. Kapan2 berani deh ke sini lagi bawa motor sendiri. Bisa cepat sampai coz gampang nyusup2 di antara mobil2.
Masuk ke Villa Istana Bunga dari jalan utama Lembang ternyata lumayan jauh, dengan medan banyak tikungan naik yang tajam. Untung ga lagi hujan. Dan sampai di Villa…. Ternyata ga seindah bayanganku, kita semua kecewa. Yah…… jauh2 ke sini, ternyata cuma kaya gini doank…….? Ada papan penunjuk arah ke danau, kita muter2 ga juga menemukannya. Putus asa, ya sudah, kita turun, ‘Makan surabi di Setia Budi saja hyukkkkkk!’
Kita memilih lewat Jl. Sersan Bajuri, dan kita terpesona oleh lautan bunga yang ada di sana. Di kanan kiri jalan. Cantiknya…………!!!!!!!!!
Kita jalan pelan2……… dan akhirnya kita ga kuat. Kita berhenti di salah satu Green House yang menurut kita paling cantik di sana.
Whuah…… rasanya pengin ngeborong bunga2 yang ada di sana. Apalagi dijual dengan harga yang murah2.

Bingung...... bingung...... pilih yg mana ya?????
Kastuba merah dan kuning……… hihi dah lama banget aku pengin beli, pengin juga dibawa pulang ke Yogya, oleh2 buat my mum, pasti bakal suka banget…… Kastuba dijual @Rp.10.000,- belum ditawar. Murah banged……!!!! Tahun kemarin waktu aku coba tanya di Tegalega, di sana @Rp.25.000,- belum ditawar. Aster warna-warni @Rp.5.000,- dan aneka bunga lain yang biasanya untuk bunga potong juga dijual @Rp.5.000,-
Ada satu tanaman lagi yang aku suka, sejenis paku-pakuan. Tadinya pengin beli sekalian tapi bingung mau bawanya gimana, nti juga belum kepikir mau ditaruh di mana. @Rp.10.000,- kalau aku tidak salah namanya ‘Saka’.
Wish this green house was mine......
Karena keburu gerimis, dan kita keburu dikejar waktu, surabi Setia Budi masih menunggu, masih harus hunting oleh2 ke Pasar Kosambi, kereta Riz pk.18.30 dan waktu sudah menunjukkan pk.15.00, akhirnya kita cabut deh……
Dan kita berjanji……… Nanti bakal ke sini lagi, ngeborong bunga, meskipun ga yakin bakal sempat merawatnya atau ga. Paling banter cuma sebulan rajin merawat, habis itu pasti kambuh malasnya.
Yah…… Siapa tahu, seiring bertambahnya umur, jadi semakin rajin.... Mencari kesibukan di rumah saja coz tenaga buat keluyuran semakin berkurang. He he……
Akhirnya kesampaian dah punya bunga kastuba merah.
Mau ditaruh di mana ya?
Katanya ga boleh kena panas, nti warna merahnya bisa hilang.
Waktu aku tanya ke Mbak yang jaga stand di sana, katanya nti lambat laun warna merahnya akan hilang. Kalau pengin warna merahnya ada lagi, harus di-setek lagi. Kalau ga, dipotong ujung2nya, dibungkus pakai plastic, jauhkan dari sinar matahari. Akhirnya……tadinya pengin beli beberapa Kastuba buat Natal nanti jadi urung. Nti aja jelang Natal ke sini lagi, takut percobaan mengembalikan warna merah Kastuba gagal total.

Akhirnya kesampean jg pny kastuba merah
Oh ya……. Kastubanya baiknya ditaruh di mana ya. Ditaruh di kamar? Ga ah, aku masih terlalu egois untuk berbagi oksigen dengan si Kastuba di malam hari. Ya udah, sementara ditaruh di meja makan dulu, buat nemeni makan, nti sesekali dikeluarin biar tetap dapat asupan cahaya.
Dan kita dah bikin janji……. Nti dalam waktu dekat kita akan jalan2 ke lautan bunga lagi. Rame2 naik motor.
Hyuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
LEMBANG…….. I’M COMING!!!!!!!!!!!!!!!
Thursday, January 29, 2009
Senin, 26 januari 2009, bertepatan dengan libur Imlek, Tahun Baru Cina. Hari ini kita mau ke mana ya? Waktu di Gazebo, iseng mendadak kepikir, kita pengin jalan2 ke Lembang, naik motor rame2. Pengin ke Villa Istana Bunga. Sekalian ngajakin kakakku yang hobi fotografi, bisa sekalian minta tolong difotoin untuk pre-Wed temanku.
Akhirnya, pagi2 kita beriringan dengan 3 motor, kita melaju menuju Lembang.
Dan sebuah keputusan yang keliru memaksaku menjadi penunjuk jalan. Pada ga mau di depan. Akhirnya aku yg memimpin rombongan. Aku yg DDR soal jalan, yg bakal belum apal jalan klo belum lewat 4-5 kali di siang hari, bawa sendiri bukan gonceng motor, yang di kalangan teman2 dekatku terkenal buta peta, akhirnya pada harus menerima kenyataan klo kita sudah kebablasan jauh. Yah…. Jalan ke Villa Istana Bunga sudah terlewat jauh. Kita dah nyampe ke Biara Carmel. Akhirnya dp repot harus turun lagi, harus muter dulu, kita masuk ke Biara Carmel, berziarah ke sana di Hari Imlek.
Carmel sekarang berbeda dengan Carmel tahun kemarin. Terakhir aku ke sana Desember kemarin, aku dibuat terpesona dengan penataan tamannya yang apik. Adem, udaranya masih segar. Bakal betah berlama-lama di sana. Kita beli bunga dulu di sana. Desember kemarin aku beli mawar putih untuk Bunda. Hari ini aku beli mawar merah. Merah hati, warna mawar yang paling kusukai, dirangkai apik dengan bunga Soka. Kita cukup lama berada di sana. Setelah puas kita lanjutkan perjalanan kita menuju Tangkuban Perahu. Kita melewati pemandangan yang bagus banget. Bandung dilihat dari atas wow…..bagusnya…… Lumayan bikin fresh. Tadinya pengin ke Tangkuban Perahu, tapi si kecil keponakanku dia dah kecapean, akhirnya kita mampir sebentar makan di sepanjang Jl. Lembang, cari tempat makan yang viewnya paling bagus.
Dan keputusan kita untuk makan di sana, sebuah keputusan yang salah. Viewnya memang bagus banget. Di bawah terlihat perkebunan kol berlatar pegunungan yang membiru berhias awan2 putih. Tapi makanan kita ga datang2. Lama……… pisan. Kita pesan sate kelinci, temanku ada yang belum pernah makan sate kelinci, pengin nyobain.
Makanan pesanan kita, udah datangnya lama, rasanya ga enak lagi. Si kecil dah ribut, susu coklat pesanannya ga datang2. Yah….. si Mas-nya lupa. 'Mas, susu coklatnya belum!’
‘Cucu ocat….. cucu ocat…….' Si kecil merengek-rengek terus.
Waktu bayar……. Gila….. harganya mahal banget, untuk porsi kecil gitu. Mana Jagung bakarnya juga ga enak.
Kata temanku yang kebagian membayar,’Klo tahu harga nasinya, pasti lebih kaget lagi!’
‘Mang berapa?’
‘4 ribu per porsi.’
‘Gila…… sekecil itu 4 ribu. Cape deh……..’
Harga segitu mending buat makan di café sekalian. Kita pulang dengan ngomel2 sendiri dalam hati.
Satu pelajaran buat kita…… Ga akan lagi2 makan di sana. Mending cari yang puguh sekalian.
Senin, 26 januari 2009, bertepatan dengan libur Imlek, Tahun Baru Cina. Hari ini kita mau ke mana ya? Waktu di Gazebo, iseng mendadak kepikir, kita pengin jalan2 ke Lembang, naik motor rame2. Pengin ke Villa Istana Bunga. Sekalian ngajakin kakakku yang hobi fotografi, bisa sekalian minta tolong difotoin untuk pre-Wed temanku.
Akhirnya, pagi2 kita beriringan dengan 3 motor, kita melaju menuju Lembang.
Dan sebuah keputusan yang keliru memaksaku menjadi penunjuk jalan. Pada ga mau di depan. Akhirnya aku yg memimpin rombongan. Aku yg DDR soal jalan, yg bakal belum apal jalan klo belum lewat 4-5 kali di siang hari, bawa sendiri bukan gonceng motor, yang di kalangan teman2 dekatku terkenal buta peta, akhirnya pada harus menerima kenyataan klo kita sudah kebablasan jauh. Yah…. Jalan ke Villa Istana Bunga sudah terlewat jauh. Kita dah nyampe ke Biara Carmel. Akhirnya dp repot harus turun lagi, harus muter dulu, kita masuk ke Biara Carmel, berziarah ke sana di Hari Imlek.
Carmel sekarang berbeda dengan Carmel tahun kemarin. Terakhir aku ke sana Desember kemarin, aku dibuat terpesona dengan penataan tamannya yang apik. Adem, udaranya masih segar. Bakal betah berlama-lama di sana. Kita beli bunga dulu di sana. Desember kemarin aku beli mawar putih untuk Bunda. Hari ini aku beli mawar merah. Merah hati, warna mawar yang paling kusukai, dirangkai apik dengan bunga Soka. Kita cukup lama berada di sana. Setelah puas kita lanjutkan perjalanan kita menuju Tangkuban Perahu. Kita melewati pemandangan yang bagus banget. Bandung dilihat dari atas wow…..bagusnya…… Lumayan bikin fresh. Tadinya pengin ke Tangkuban Perahu, tapi si kecil keponakanku dia dah kecapean, akhirnya kita mampir sebentar makan di sepanjang Jl. Lembang, cari tempat makan yang viewnya paling bagus.
Dan keputusan kita untuk makan di sana, sebuah keputusan yang salah. Viewnya memang bagus banget. Di bawah terlihat perkebunan kol berlatar pegunungan yang membiru berhias awan2 putih. Tapi makanan kita ga datang2. Lama……… pisan. Kita pesan sate kelinci, temanku ada yang belum pernah makan sate kelinci, pengin nyobain.
Makanan pesanan kita, udah datangnya lama, rasanya ga enak lagi. Si kecil dah ribut, susu coklat pesanannya ga datang2. Yah….. si Mas-nya lupa. 'Mas, susu coklatnya belum!’
‘Cucu ocat….. cucu ocat…….' Si kecil merengek-rengek terus.
Waktu bayar……. Gila….. harganya mahal banget, untuk porsi kecil gitu. Mana Jagung bakarnya juga ga enak.
Kata temanku yang kebagian membayar,’Klo tahu harga nasinya, pasti lebih kaget lagi!’
‘Mang berapa?’
‘4 ribu per porsi.’
‘Gila…… sekecil itu 4 ribu. Cape deh……..’
Harga segitu mending buat makan di café sekalian. Kita pulang dengan ngomel2 sendiri dalam hati.
Satu pelajaran buat kita…… Ga akan lagi2 makan di sana. Mending cari yang puguh sekalian.
GEDUNG SATE……… YA BANDUNG LAH!!!!!!!!
Thursday, January 29, 2009
Gedung Sate….. siapapun pasti langsung ingat ‘Bandung'. Yah, Bandung identik dengan Gedung Sate-nya, tempat para wakil rakyat propinsi Jawa Barat bekerja saban harinya.
Hari minggu kemarin, waktu jalan2 ke Gazibu, kita pengin sekalian foto2 berlatar Gedung Sate, biar kelihatan Bandung-nya. Dan ternyata persis di depan pagar Gedung Sate buat parkir mobil. Percuma berfoto di situ, take dari sudut mana pun deretan mobil2 itu pasti akan kelihatan di foto. Merusak pemandangan.
Kita lihat ada ibu2 yang lagi ngasuh 2 anaknya di dalam taman kompleks Gedung Sate, juga beberapa pemuda.
‘Coba masuk aja yuk, kita foto di dalam aja,’ usul Kuntil.
Kita cari pintu masuk, semuanya dikunci. Mereka pada masuk dari mana ya?
Kebetulan si Ibu yang lagi ngasuh anaknya berjalan ke arah kami, dia mencoba keluar lewat pintu di depan kami, ternyata digembok.
Akhirnya kucoba bertanya ma Ibu ini.
‘Boleh masuk ke dalam ya Mbak?’
‘Boleh kok.’
‘Tadi masuk dari mana?’
‘Itu dari pintu yang sebelah sana. Tadi dirantai, angkat aja rantainya, ga digembok kok.’
Akhirnya kita menerjang teriknya matahari yang hari itu panasnya ga kira2, menuju ke pintu yang ditunjukkan si Mbak.
Ternyata di sana digembok. Ada 2 orang cowok yang coba masuk juga tapi buru2 dikunci ma Security di sana. Aku dengar percakapan cowok itu dengan Security, dia bilang dia dari Jakarta, cuma pengin foto aja sebentar. Bagaimana pun cowok itu coba membujuk untuk masuk, si Bapak Security tetap tak bergeming.
He he….. coba ya, kalau yang mbujukin cewek, biasanya suka lebih sukses.
Kupanggil Bapak Security.
‘Pak, boleh ya masuk sebentar. Kita cuma mau foto aja kok. Kita dari Jakarta Pak. Kita jauh2 ke sini cuma pengin foto aja. Boleh ya Pak?’
Si cowok yang sebelumnya juga membujuk si Bapak juga kut menimpali.
‘Iya Pak, kita datang jauh2 dari Jakarta!’
Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya si Bapak luluh juga.
‘Boleh lihat KTP-nya.’
Kutoleh Riz. ‘KTP-mu?’
‘KTP-ku KTP Yogya!’
Tadinya kupikir, klo kepaksa keluarin aja KTP Yogya-ku and Riz, Yogya kan lebih jauh dari Jakarta. Akan kubilang kita asli orang Yogya yang kerja di Jakarta, lg wisata ke Bandung.
Ternyata itu ga perlu. Lex hari itu jadi pahlawan kita. Dikeluarkannya KTP-nya. Kita boleh masuk, KTP Lex ditahan. 2 cowok yang mengaku dari Jakarta, mereka juga boleh masuk dengan meninggalkan KTP-nya juga.
Hore….. akhirnya kita bisa masuk. ‘Hidup Jakarta!’
Berkat KTP Jakarta akhirnya hari ini kesampaian foto2 di Gedung Sate.
He he….. tapi hari itu masih belum puas. Masih ada satu obsesiku yang belum kesampaian. Pengin naik mpe Puncak Gedung Sate. Pengin memandang Bandung Utara dari ketinggian. Ada kulihat hari itu yang lagi foto Pre-Wed di sana. Berarti umum boleh naik mpe sana kan?
Naik ke menara Masjid Agung di Alun2 Bandung aku sudah 2x, tapi view Bandung Tengah kurang bagus. Tata letak bangunannya terlalu crowded. Sepertinya view Bandung Utara lebih bagus.
Pulangnya, sembari ambil KTP, kucoba bertanya ke Bapak Security. Katanya kalau pengin naik mpe puncak, datang aja sore hari pas hari kerja, di jam pulang kerja, sekitar pk. 4-5 sore. Minta izin dulu. Kalau mau foto Pre-Wed di sana, minta izin ke Biro Umum, minim 1 minggu sebelumnya.
Terimakasih Pak, hari ini kita kesampean foto di Gedung Sate. Boleh masuk……., lagi.
Boleh ya Pak nti kapan2 ke sini lagi.
Si Etil yang asli orang Bandung, yang dari kecil tinggal di Bandung aja, pasti belum pernah mpe masuk Gedung Sate. Kita yang semuanya pendatang, lebih dulu bisa masuk ke sana.
Nti ngledekin si Etil ah….. biar dia jadi pengin ke sana. He he……
Gedung Sate….. siapapun pasti langsung ingat ‘Bandung'. Yah, Bandung identik dengan Gedung Sate-nya, tempat para wakil rakyat propinsi Jawa Barat bekerja saban harinya.
Hari minggu kemarin, waktu jalan2 ke Gazibu, kita pengin sekalian foto2 berlatar Gedung Sate, biar kelihatan Bandung-nya. Dan ternyata persis di depan pagar Gedung Sate buat parkir mobil. Percuma berfoto di situ, take dari sudut mana pun deretan mobil2 itu pasti akan kelihatan di foto. Merusak pemandangan.
Kita lihat ada ibu2 yang lagi ngasuh 2 anaknya di dalam taman kompleks Gedung Sate, juga beberapa pemuda.
‘Coba masuk aja yuk, kita foto di dalam aja,’ usul Kuntil.
Kita cari pintu masuk, semuanya dikunci. Mereka pada masuk dari mana ya?
Kebetulan si Ibu yang lagi ngasuh anaknya berjalan ke arah kami, dia mencoba keluar lewat pintu di depan kami, ternyata digembok.
Akhirnya kucoba bertanya ma Ibu ini.
‘Boleh masuk ke dalam ya Mbak?’
‘Boleh kok.’
‘Tadi masuk dari mana?’
‘Itu dari pintu yang sebelah sana. Tadi dirantai, angkat aja rantainya, ga digembok kok.’
Akhirnya kita menerjang teriknya matahari yang hari itu panasnya ga kira2, menuju ke pintu yang ditunjukkan si Mbak.
Ternyata di sana digembok. Ada 2 orang cowok yang coba masuk juga tapi buru2 dikunci ma Security di sana. Aku dengar percakapan cowok itu dengan Security, dia bilang dia dari Jakarta, cuma pengin foto aja sebentar. Bagaimana pun cowok itu coba membujuk untuk masuk, si Bapak Security tetap tak bergeming.
He he….. coba ya, kalau yang mbujukin cewek, biasanya suka lebih sukses.
Kupanggil Bapak Security.
‘Pak, boleh ya masuk sebentar. Kita cuma mau foto aja kok. Kita dari Jakarta Pak. Kita jauh2 ke sini cuma pengin foto aja. Boleh ya Pak?’
Si cowok yang sebelumnya juga membujuk si Bapak juga kut menimpali.
‘Iya Pak, kita datang jauh2 dari Jakarta!’
Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya si Bapak luluh juga.
‘Boleh lihat KTP-nya.’
Kutoleh Riz. ‘KTP-mu?’
‘KTP-ku KTP Yogya!’
Tadinya kupikir, klo kepaksa keluarin aja KTP Yogya-ku and Riz, Yogya kan lebih jauh dari Jakarta. Akan kubilang kita asli orang Yogya yang kerja di Jakarta, lg wisata ke Bandung.
Ternyata itu ga perlu. Lex hari itu jadi pahlawan kita. Dikeluarkannya KTP-nya. Kita boleh masuk, KTP Lex ditahan. 2 cowok yang mengaku dari Jakarta, mereka juga boleh masuk dengan meninggalkan KTP-nya juga.
Hore….. akhirnya kita bisa masuk. ‘Hidup Jakarta!’
Berkat KTP Jakarta akhirnya hari ini kesampaian foto2 di Gedung Sate.
He he….. tapi hari itu masih belum puas. Masih ada satu obsesiku yang belum kesampaian. Pengin naik mpe Puncak Gedung Sate. Pengin memandang Bandung Utara dari ketinggian. Ada kulihat hari itu yang lagi foto Pre-Wed di sana. Berarti umum boleh naik mpe sana kan?
Naik ke menara Masjid Agung di Alun2 Bandung aku sudah 2x, tapi view Bandung Tengah kurang bagus. Tata letak bangunannya terlalu crowded. Sepertinya view Bandung Utara lebih bagus.
Pulangnya, sembari ambil KTP, kucoba bertanya ke Bapak Security. Katanya kalau pengin naik mpe puncak, datang aja sore hari pas hari kerja, di jam pulang kerja, sekitar pk. 4-5 sore. Minta izin dulu. Kalau mau foto Pre-Wed di sana, minta izin ke Biro Umum, minim 1 minggu sebelumnya.
Terimakasih Pak, hari ini kita kesampean foto di Gedung Sate. Boleh masuk……., lagi.
Boleh ya Pak nti kapan2 ke sini lagi.
Si Etil yang asli orang Bandung, yang dari kecil tinggal di Bandung aja, pasti belum pernah mpe masuk Gedung Sate. Kita yang semuanya pendatang, lebih dulu bisa masuk ke sana.
Nti ngledekin si Etil ah….. biar dia jadi pengin ke sana. He he……
SEHARI DI GAZEBO BANDUNG
Tuesday, January 27, 2009
Hari minggu pagi, 25 Januari 2009, di luar rencana sama sekali, akhirnya aku and teman2ku jalan2 ke Gazebo. Kebetulan sohibku dari zaman SMA yg sekarang kerja di Jakarta, ‘Riz’, akhirnya setelah bertahun-tahun (habisnya saking lamanya) ga ketemu, dia nyampe juga ke Bandung. Mpe Sta Bdg jam 10 malem, disambut guyuran air hujan.
Riz ini termasuk salah satu sohibku yg betah menemaniku jalan2, coz banyakan pada ngeluh ga kuat kecapean. Moga2 kamu back to Jkt ga jd sakit ya coz kuajak jalan2 terus mana pake acara kehujanan segala.
Riz ini teman sebangkuku semasa SMA kls III. Kita selalu rajin, duduk di bangku paling depan terus. Tiap ulangan senenan Bhs. Inggris, selalu pembagian tugas, biar ngerjainnya cepat and ga banyak ngebuang waktu, so lembar jawab bisa keisi semua. Aku yang ga terlalu suka reading dengan bacaan yang formal banget, lebih milih ngerjain tenses, vocab and grammar. Riz kebagian reading. So…. Boleh dibilang kita ga saling contek kan, tapi menyalin. He he.
Dah bertahun-tahun stay di Jkt, pastinya dah bosen banget ma yg namanya mall. Jalan2 ke mall klo lg ga punya duit bukannya bikin fresh malah jadi stress coz banyak keinginan terpendam ga kesampean. Akhirnya kita putusin hangin out ke tempat yang murah meriah and jalan2 lihat pemandangan alam.
Dari dulu tiap bikin planning mo pergi rame2 ke mana, susah banget realisasinya. Tiap bikin rencana dadakan, malah kesampaian. Mendadak pagi2 bangun tidur, di luar rencana sama sekali, kita akhirnya mutusin jalan2 ke Gazebo. Rencana awal kita mo jalan2 cari sarapan ke Kompleks perumahan Batununggal. Di sana tiap minggu pagi rame banget dengan orang2 yang berolahraga pagi, jalan2 sekeluarga dan banyak banget orang jualan sarapan. Kita tadinya mau cari sarapan ke sana terus jalan2 ke daerah Bandung Selatan yang masih banyak sawah dan empang. Pemandangannya bagus banget. Hamparan empang berlatar pegunungan. Akhirnya urung, kita putusin kita mau ke Gazebo.
Mpe Gazebo pk.9.00 pagi. Kita jalan2 muter2. So crowded. Begitu banyak orang yang berbelanja, begitu banyak pedagang menjajakan dagangan serba murah-meriah. Mau cari apa, semua ada. Makanan…..banyak banged pilihan mulai dari nasi timbel, nasi rames, nasi tutug oncom, nasi uduk, nasi gudeg, nasi soto, batagor,mpe Supa2 jg ada. Klo laper ga usah bingung, ada yg murah meriah ada juga yang dah punya nama dgn harga lebih mahal. Mau cari bantal, sprei, kasur, furniture, semua ada. Peralatan dapur, pakaian mpe pecah-belah juga ada. Pokoknya komplit plit. Bahkan ada juga yang jual kucing, anjing, ular. Ada tukang ramal, ada yg menawarkan nimbang badan dan ukur tensi. Aneka permainan anak, main di tempat juga ada. Gazebo sekarang lebih rame dibandingkan aku ke sana sebelum2nya, aku terakhir ke sana awal November.
Sepanjang jalan di depan Gedung Sate semakin banyak orang berjualan, dulu di sekitar situ cuma untuk area parkir. Sekarang di sepanjang jalan itu, di kanan-kiri jalan, melulu pedagang menjajakan aneka barang. Stand2 makanan yang boleh dibilang lumayan bersih, dengan papan nama, ga segan2 memampang price list biar pembeli bisa menimbang-nimbang. Ada kulihat ‘Batagor Queen’, batagor kesukaanku setahun belakangan ini. Kebetulan kita parkir di samping stand batagor ini. He he….. Jadi pengin beli batagor.
Batagor ini di hari minggu biasa mangkal di Gazibu di sepanjang jalan depan Gedung Sate, hari2 biasa mangkal di Lapangan Tegalega dari pk.06.00 mpe 10.00 pagi. Lapisan basonya tebal banget. Tiap kali ke Gazibu atau Tegalega, tadinya niatnya mau nyoba makanan lain, akhirnya teuteup, batagor ‘Queen’, coz tiap makan ke sana ngajak teman yang berbeda, dan selalu kupromosiin batagor ini. Dan semuanya berkomentar ‘enak….!’ Secara rata2 teman2ku doyan makan semua.
Kita muter2 doank mpe kaki pegel and kepanasan coz Bandung sekarang lg panas2nya. Sambil lewat sesekali berhenti jika ada yg menarik buat kita dan akhirnya, pulang kita menenteng lumayan banyak kantong hasil kita hunting hari itu. Celana pendek 15ribu dpt 2, lumayan klo bisa milihnya dpt bahan yg lumayan bgs. Buah benteng, buah kecil2 yang rasanya asam. Salah satu buah kesukaanku, di Yogya disebut langsep. Cemilan2 dijual 5 ribu dapat 3. Dan yang terakhir ada yg jual lem super kuat. Ngerasa butuh akhirnya beli juga. Si Aak mendemokan sandal jepit berbahan karet dipotong, terus di lem pake lem ajaib itu, dan benar saja ditarik2 dua orang juga ga putus. Aku ma Riz juga ikutan nyobain. Dan memang…. Cukup kuat, tidak putus, lem sudah kuat menempel dalam hitungan detik. Dibandrol @10ribu, katanya impor dari Amerika. Ditawar, akhirnya dapat 15 ribu 2, buat aku ma temanku. He he… dasar ga kuat godaan……
Ga ketinggalan, kantong bali, sekarang lg trend. Akhirnya Riz beli jg. Lumayan bisa muat banyak. Murah meriah tapi cukup kuat and simple buat jalan2.
Sebelum pulang kita mutusin makan dulu di sana. Makan apa ya?
Akhirnya…. selalu dan selalu…. ‘Batagor Queen’. Riz belum pernah coba. Dah jam 11, semoga masih ada. Biasanya laris manis, tiap kali makan di sana, pasti kebagian porsi terakhir. Pembeli setelah kita, sudah ga kebagian. Begitupun hari itu. Tinggal untuk kita berempat saja dan 2 orang bapak dan ibu yang datang beriringan dengan kita. Untung yah….., kita masih kebagian.
Pesan 3 porsi. 2 porsi batagor 1 dan siomay 1, 1 porsi lagi batagor 2 dan siomay 1 buat berdua. Batagor ini ukurannya besar, dulu pesan 2 biji pasti kekenyangan, so suka pesan 3 biji buat berdua, belakangan 2 biji buat sendiri juga habis. Lama2 perut bisa menyesuaikan, semakin elastis….. he he.
Seperti biasa, makan di keramaian pastinya akan ada banyak pengamen. Yah… ternyata pengamen2 datang hilir mudik, kita bergantian ngasih receh mpe receh kita habis. ‘Besok lagi harus siapin banyak receh.’
Satu pengamen berlalu, eh datang lagi pengamen berikut.
‘Baru sebentar, eh….. dah datang lagi,’ celetuk kami.
Dan yang membuat kami tertawa….. pengamen yang datang kemudian, seorang cowok belia, dia menyanyikan sebuah lagu, ga tau judulnya apa, tapi lyric pertamanya…. ‘Baru sebentar….’ Bikin kami ketawa, kok bisa sama dgn yg barusan diomongin ya. He he…
Hari minggu pagi, 25 Januari 2009, di luar rencana sama sekali, akhirnya aku and teman2ku jalan2 ke Gazebo. Kebetulan sohibku dari zaman SMA yg sekarang kerja di Jakarta, ‘Riz’, akhirnya setelah bertahun-tahun (habisnya saking lamanya) ga ketemu, dia nyampe juga ke Bandung. Mpe Sta Bdg jam 10 malem, disambut guyuran air hujan.
Riz ini termasuk salah satu sohibku yg betah menemaniku jalan2, coz banyakan pada ngeluh ga kuat kecapean. Moga2 kamu back to Jkt ga jd sakit ya coz kuajak jalan2 terus mana pake acara kehujanan segala.
Riz ini teman sebangkuku semasa SMA kls III. Kita selalu rajin, duduk di bangku paling depan terus. Tiap ulangan senenan Bhs. Inggris, selalu pembagian tugas, biar ngerjainnya cepat and ga banyak ngebuang waktu, so lembar jawab bisa keisi semua. Aku yang ga terlalu suka reading dengan bacaan yang formal banget, lebih milih ngerjain tenses, vocab and grammar. Riz kebagian reading. So…. Boleh dibilang kita ga saling contek kan, tapi menyalin. He he.
Dah bertahun-tahun stay di Jkt, pastinya dah bosen banget ma yg namanya mall. Jalan2 ke mall klo lg ga punya duit bukannya bikin fresh malah jadi stress coz banyak keinginan terpendam ga kesampean. Akhirnya kita putusin hangin out ke tempat yang murah meriah and jalan2 lihat pemandangan alam.
Dari dulu tiap bikin planning mo pergi rame2 ke mana, susah banget realisasinya. Tiap bikin rencana dadakan, malah kesampaian. Mendadak pagi2 bangun tidur, di luar rencana sama sekali, kita akhirnya mutusin jalan2 ke Gazebo. Rencana awal kita mo jalan2 cari sarapan ke Kompleks perumahan Batununggal. Di sana tiap minggu pagi rame banget dengan orang2 yang berolahraga pagi, jalan2 sekeluarga dan banyak banget orang jualan sarapan. Kita tadinya mau cari sarapan ke sana terus jalan2 ke daerah Bandung Selatan yang masih banyak sawah dan empang. Pemandangannya bagus banget. Hamparan empang berlatar pegunungan. Akhirnya urung, kita putusin kita mau ke Gazebo.
Mpe Gazebo pk.9.00 pagi. Kita jalan2 muter2. So crowded. Begitu banyak orang yang berbelanja, begitu banyak pedagang menjajakan dagangan serba murah-meriah. Mau cari apa, semua ada. Makanan…..banyak banged pilihan mulai dari nasi timbel, nasi rames, nasi tutug oncom, nasi uduk, nasi gudeg, nasi soto, batagor,mpe Supa2 jg ada. Klo laper ga usah bingung, ada yg murah meriah ada juga yang dah punya nama dgn harga lebih mahal. Mau cari bantal, sprei, kasur, furniture, semua ada. Peralatan dapur, pakaian mpe pecah-belah juga ada. Pokoknya komplit plit. Bahkan ada juga yang jual kucing, anjing, ular. Ada tukang ramal, ada yg menawarkan nimbang badan dan ukur tensi. Aneka permainan anak, main di tempat juga ada. Gazebo sekarang lebih rame dibandingkan aku ke sana sebelum2nya, aku terakhir ke sana awal November.
Sepanjang jalan di depan Gedung Sate semakin banyak orang berjualan, dulu di sekitar situ cuma untuk area parkir. Sekarang di sepanjang jalan itu, di kanan-kiri jalan, melulu pedagang menjajakan aneka barang. Stand2 makanan yang boleh dibilang lumayan bersih, dengan papan nama, ga segan2 memampang price list biar pembeli bisa menimbang-nimbang. Ada kulihat ‘Batagor Queen’, batagor kesukaanku setahun belakangan ini. Kebetulan kita parkir di samping stand batagor ini. He he….. Jadi pengin beli batagor.
Batagor ini di hari minggu biasa mangkal di Gazibu di sepanjang jalan depan Gedung Sate, hari2 biasa mangkal di Lapangan Tegalega dari pk.06.00 mpe 10.00 pagi. Lapisan basonya tebal banget. Tiap kali ke Gazibu atau Tegalega, tadinya niatnya mau nyoba makanan lain, akhirnya teuteup, batagor ‘Queen’, coz tiap makan ke sana ngajak teman yang berbeda, dan selalu kupromosiin batagor ini. Dan semuanya berkomentar ‘enak….!’ Secara rata2 teman2ku doyan makan semua.
Kita muter2 doank mpe kaki pegel and kepanasan coz Bandung sekarang lg panas2nya. Sambil lewat sesekali berhenti jika ada yg menarik buat kita dan akhirnya, pulang kita menenteng lumayan banyak kantong hasil kita hunting hari itu. Celana pendek 15ribu dpt 2, lumayan klo bisa milihnya dpt bahan yg lumayan bgs. Buah benteng, buah kecil2 yang rasanya asam. Salah satu buah kesukaanku, di Yogya disebut langsep. Cemilan2 dijual 5 ribu dapat 3. Dan yang terakhir ada yg jual lem super kuat. Ngerasa butuh akhirnya beli juga. Si Aak mendemokan sandal jepit berbahan karet dipotong, terus di lem pake lem ajaib itu, dan benar saja ditarik2 dua orang juga ga putus. Aku ma Riz juga ikutan nyobain. Dan memang…. Cukup kuat, tidak putus, lem sudah kuat menempel dalam hitungan detik. Dibandrol @10ribu, katanya impor dari Amerika. Ditawar, akhirnya dapat 15 ribu 2, buat aku ma temanku. He he… dasar ga kuat godaan……
Ga ketinggalan, kantong bali, sekarang lg trend. Akhirnya Riz beli jg. Lumayan bisa muat banyak. Murah meriah tapi cukup kuat and simple buat jalan2.
Sebelum pulang kita mutusin makan dulu di sana. Makan apa ya?
Akhirnya…. selalu dan selalu…. ‘Batagor Queen’. Riz belum pernah coba. Dah jam 11, semoga masih ada. Biasanya laris manis, tiap kali makan di sana, pasti kebagian porsi terakhir. Pembeli setelah kita, sudah ga kebagian. Begitupun hari itu. Tinggal untuk kita berempat saja dan 2 orang bapak dan ibu yang datang beriringan dengan kita. Untung yah….., kita masih kebagian.
Pesan 3 porsi. 2 porsi batagor 1 dan siomay 1, 1 porsi lagi batagor 2 dan siomay 1 buat berdua. Batagor ini ukurannya besar, dulu pesan 2 biji pasti kekenyangan, so suka pesan 3 biji buat berdua, belakangan 2 biji buat sendiri juga habis. Lama2 perut bisa menyesuaikan, semakin elastis….. he he.
Seperti biasa, makan di keramaian pastinya akan ada banyak pengamen. Yah… ternyata pengamen2 datang hilir mudik, kita bergantian ngasih receh mpe receh kita habis. ‘Besok lagi harus siapin banyak receh.’
Satu pengamen berlalu, eh datang lagi pengamen berikut.
‘Baru sebentar, eh….. dah datang lagi,’ celetuk kami.
Dan yang membuat kami tertawa….. pengamen yang datang kemudian, seorang cowok belia, dia menyanyikan sebuah lagu, ga tau judulnya apa, tapi lyric pertamanya…. ‘Baru sebentar….’ Bikin kami ketawa, kok bisa sama dgn yg barusan diomongin ya. He he…
Friday, January 23, 2009
MAKE A BETTER PLACE
Friday, January 23, 2009
Berikut 3 lagu yang belakangan ini sering diputar di radio dan televisi। Lyricnya begitu menyentuh, sarat makna, menyerukan penghentian kekerasan, mewujudkan perdamaian dunia.
Lyrics below are taken from here
EVERYBODY HURTS - The Corrs
When the day is long and the night, the night is yours alone,
when you think you've had enough of this life, well hang on.
Don't let yourself go,
cause everybody cries and everybody hurts, sometimes.
Sometimes everything is wrong.
Now it's time to sing along.
When your day is night (hold on, hold on)
if you feel like letting go, (hold on)
if you`re sure you've had too much of this life, well hang on.
Cause everybody hurts.
Sometimes take comfort in your friends.
Everybody hurts. Don't blow your hand.
Oh, no. Don't blow your hand.
when you feel like you're alone,
no, no, no, you`re not alone
If you're on your own in this life,
and the days and nights are long,
if you're sure you've had too much of this life to hang on.
cause everybody hurts sometimes,
everybody cries. Sometimes everybody hurts, sometimes.
everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on.
Hold on, hold on. Hold on, hold on. Hold on, hold on.
Cause no you're not alone...
HEAL THE WORLD - Michael Jackson
There's A Place In Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow
There Are Ways To Get There
If You Care Enough For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place...
Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough For The Living
Make A Better Place
For You And For Me
If You Want To Know Why
There's A Love That Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For Joyful Giving
If We Try We Shall See
In This Bliss We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And Start Living
Then It Feels That Always
Love's Enough For Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World...
And The Dream We Were Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep Strangling Life
Wound This Earth Crucify Its Soul
Though It's Plain
To See This World Is Heavenly
Be God's Glow
We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All My Brothers
Create A World With No Fear
Together We'll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn Their Swords
Into Plowshares
We Could Really Get There
If You Cared Enough For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place...
Reff:
You And For Me (11 x)
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
click here for download
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Ayo hentikan kekerasan, kita wujudkan perdamaian dunia. Bumi ini sudah sakit, jangan bikin semakin sakit lagi.
Berikut 3 lagu yang belakangan ini sering diputar di radio dan televisi। Lyricnya begitu menyentuh, sarat makna, menyerukan penghentian kekerasan, mewujudkan perdamaian dunia.
Lyrics below are taken from here
EVERYBODY HURTS - The Corrs
When the day is long and the night, the night is yours alone,
when you think you've had enough of this life, well hang on.
Don't let yourself go,
cause everybody cries and everybody hurts, sometimes.
Sometimes everything is wrong.
Now it's time to sing along.
When your day is night (hold on, hold on)
if you feel like letting go, (hold on)
if you`re sure you've had too much of this life, well hang on.
Cause everybody hurts.
Sometimes take comfort in your friends.
Everybody hurts. Don't blow your hand.
Oh, no. Don't blow your hand.
when you feel like you're alone,
no, no, no, you`re not alone
If you're on your own in this life,
and the days and nights are long,
if you're sure you've had too much of this life to hang on.
cause everybody hurts sometimes,
everybody cries. Sometimes everybody hurts, sometimes.
everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on.
Hold on, hold on. Hold on, hold on. Hold on, hold on.
Cause no you're not alone...
HEAL THE WORLD - Michael Jackson
There's A Place In Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow
There Are Ways To Get There
If You Care Enough For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place...
Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough For The Living
Make A Better Place
For You And For Me
If You Want To Know Why
There's A Love That Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For Joyful Giving
If We Try We Shall See
In This Bliss We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And Start Living
Then It Feels That Always
Love's Enough For Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World...
And The Dream We Were Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep Strangling Life
Wound This Earth Crucify Its Soul
Though It's Plain
To See This World Is Heavenly
Be God's Glow
We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All My Brothers
Create A World With No Fear
Together We'll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn Their Swords
Into Plowshares
We Could Really Get There
If You Cared Enough For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place...
Reff:
You And For Me (11 x)
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
click here for download
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Ayo hentikan kekerasan, kita wujudkan perdamaian dunia. Bumi ini sudah sakit, jangan bikin semakin sakit lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)