Thursday, February 3, 2011

ADA KALANYA DEACTIVED ITU PERLU

Kadang-kadang aku merasa benar kata temanku, 'Betapa nyamannya hidup tanpa punya fb'.
Saat sharing, kadang kami membicarakan salah satu teman yang memutuskan untuk tidak membuat akun fb biarpun sudah banyak yang membujuk, dia tetap bergeming ga mau join juga.
Adakalanya merasa iri juga dengannya. 'Tanpa fb barangkali kita bisa merasa lebih tenang dan damai', kata salah seorang sahabatku.

Yeaaah.... ga bisa dipungkiri, akses tanpa batas, jejaring sosial, membuat jarak yang jauh jadi terasa begitu dekat. Senang jadi punya banyak teman untuk sharing, berbagi ilmu dan pengalaman. Juga sarana ampuh untuk memamerkan bakat narsis kita. hohohoho.... really like this!!!!
Ajang yang sungguh menghibur dan sarana ampuh untuk tetap menjaga tali silaturahmi.
Sebagai konsekuensinya, kita harus siap dengan berkurangnya privacy kita.
Tapi tetap harus diingat, jejaring sosial ini diakses banyak orang, so kita tetap harus mengontrol mana yang boleh dan mana yang tidak boleh di-share.

Dan ga ada salahnya bukan jika sesekali kita perlu waktu untuk sendiri. Bukan bermaksud bersembunyi atau menutup diri dari dunia luar, tapi kadang2 kita juga perlu waktu untuk menata hati, untuk lebih focus di dunia nyata, untuk menjaga agar yang kita lakukan tetap undercontrolled.

Kita boleh saja memilih dengan siapa kita mau berteman jika dengan begitu kita merasa lebih nyaman daripada punya banyak teman tapi malah membuat kita merasa seperti diteror.
Ada hal2 yang begitu sulit kupahami. Kenapa bisa kutemui yang seperti ini. Aku merasa sungguh tidak nyaman dan merasa sangat terganggu.
Bukankan hak kita untuk memilih mau berteman dengan siapa jika itu memang baik untuk kita.

Seseorang yang sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar selalu saja membuatku pusing dengan tingkahnya yang suka mencari perhatian dengan cara2 yang sungguh menguji kesabaranku. Entah kenapa setelah sekian lama masih juga membuatku merasa tidak nyaman. Memang sejak dulu aku tidak pernah bersikap baik dan selalu menjaga jarak dengannya. Seandainya dia peka, dia pasti akan mengerti dan mundur. Bukannya aku tidak mau berteman. Seseorang yang selalu membuatku merasa takut dan tidak nyaman apakah bisa disebut sebagai seorang teman? Apakah itu teman yang baik? Bahkan orangtuaku pun selalu berpesan untuk jangan terlalu dekat dengannya.
Kupikir dengan berlalunya waktu bisa membuatnya lebih bijak, tidak lagi memaksakan kehendaknya pada orang lain. Bukankah perasaan itu tidak bisa dipaksa. Berkali-kali dijelaskan bahkan sengaja dicuekin juga ga bisa membuatnya mengerti malah semakin menjadi. Hohoho... benar2 makhluk ajaib.

'Would you marry me?'
Kata2 yang seharusnya membuatku senang tapi malah membuatku begitu jengkel.
Hohoho..... maaf tapi kupikir ini sudah sangat keterlaluan.
Kuputuskan sementara deactived dulu untuk membuatku lebih relax n as soon as I come back, forgive me, I will block ....
It's too hard for me lose many friends of mine...

******
Jujur sebenarnya aku merasa kasihan dengannya. Tolong jangan seperti ini terus.
Tutup lembaran yang telah lalu dan bukalah lembaran baru.
Jika kamu terus hidup dengan masa lalumu, kamu tidak akan pernah bisa bahagia.
Belajarlah ikhlas.
Kuharap suatu saat nanti kamu akan mengerti dan meraih kebahagiaanmu yang sesungguhnya.

SARI ATER, SOLUSI AMPUH NGILANGIN PUEGEL2

Seperti biasa tiap habis jalan2, kita selalu pengin berendem air panas buat ngilangin pegel2.
Tadinya pengin banget ke Gracia, tapi coz berhubung waktu yg tdk memungkinkan, Gracia tutup buat umum pk.23.00 WIB akhirnya pilihan jatuh ke Sari Ater yang jelas2 buka 24 jam.

Perjalanan dari Cirebon ke Ciater sama sekali ga terasa lama coz kita semua tertidur lelap. Aku baru bangun setelah memasuki Subang. Ada keramaian di alun2, sepertinya peringatan Tahun Baru Hijriah seperti halnya di alun2 Cirebon.
Setelah melihat tulisan gedhe2 ‘Sari Ater’ di gerbang masuk, semua baru pada kubangunin.
‘Sudah sampe.... sudah sampe.’

Pk 23.30, memasuki Sari Ater, membayar 98 ribu, 17rb kali 6 orang, sisanya buat bayar bea masuk n parkir mobil.
Lumayan lama kita berendem di kolam area luar, 2jam. Sengaja memilih kolam luar coz memang hanya di situlah suhu air yang masih bisa kita tolerir. Ga mau kulit jadi melepuh. Kita berpindah-pindah mpe 3 lokasi buat variasi photo session. Huehue... dasar pada narsis. Dan untunglah kita ketemu temen Etil di sono jadi bisa dimintain tolong motoin kita. Hehe tengkyuuuu....

Dan hal yang paling menyedihkan buat teh Uci, antingnya ilang sebelah. Kasihan teh Uci, itu anting pemberian mamanya.

Pk. 14.00 kita berjalan beriringan meninggalkan Sari Ater setelah membayar sewa locker @5 ribu n mandi @2 ribu. Sudah ga bisa photo2 lagi coz batre kamera dah pada abis semua n kita semua dah ga ada tenaga lagi buat bernarsis ria.

Tertidur nyenyak, bangun2 dah mpe Bandung. Hehe. Hampir pas jam sewa rental 24 jam. Pk. 03.00 kita dah bener2 nyampe kost.

Makasih Pak Afud dah mengantar kita. Jangan kapok ya.
Siap2 tidur dengan tidak lupa pasang alarm pk.05.30. hehe tugas koor pk.07.30, dan pk.06.30 dah harus kumpul buat pemanasan. Hohoho iri dengan yang pada bebas tidur nyenyak mpe siang.

Nice trip temans......
Kapan2 jalan2 lagi hyuuuu........
De next.... Garut or Sumedang.
Sukur2 Batu Karas yak... Hehe....
Semoga......

DE LAST DESTINATION.... BATIK TRUSMI...

Keluar dari kompleks keraton, gerimis mengundang. Tapi ga menghalangi kita untuk melanjutkan jalan2 kita. For de last des is ‘Batik Trusmi’, batik khas Cirebon yang sudah lumayan banyak dikenal . Kita janjian dengan Nieta eks teman kostku dulu yang juga asli Cirebon, dia bertugas mengantar kita jalan2.

Kita nyantol rada lama di Batik IBR. Rada lama milih2 coz memang koleksinya bagus2.
Pulang2...cape deh tiap ingat keadaan kantong kita. Rada nyesel kenapa isi kantong kita ga banyak jadi ga bisa ngangkut batik lebih banyak lagi.... xixixixi

Yang aku merasa heran awalnya, tiap kita memasuki toko batik di kawasan Trusmi, kita diwajibkan melepas sepatu or sandal kita di luar pintu. So kita masuk dengan nyeker. Hehehe.... katanya di sana memang seperti itu.

Usai dari belanja batik, kita mampir ke kerupuk kulit, langsung ke tempat bikinnya biar harganya lebih murah. Biasanya ko beli di jalan2 1kg dijual Rp. 40 ribu, di sana harga 50% lebih murah, Selisih Rp. 20 ribu. Mayan kaaan.... Rasanya pun lebih enak dan gurih.
Dan pulanglah kita dengan menenteng 10 kantong krupuk kulit, pluz dibonusi 1 kantong ekstra coz dah ngeborong banyak.... Hohohoho...

Lapeeeer.... Ada 2 alternatif coz memang itu yg memang kita pengin.
Konjet pengin nasi lengko. Aku n Etil pengin empal asam. Dan malang sungguh malang empal asem Jl Amerta sudah tutup, akhirnya kita pindah haluan ke nasi lengko.
Yaaaah..... gapapa deh. Empal asamnya buat next time aja.
Setelah mengantar pulang Nieta coz tidak berhasil menculiknya ke Bandung, pk.20.00 meluncurlah kita meninggalkan Cirebon yang seharian itu kita sama sekali ga merasakan panasnya Cirebon. Sangat bersahabat. Makasih semuanyaaa....
Lanjut ke Ciater......
Sari Ater.... ^_^

SOWAN DHATENG KRATON KASEPUHAN – CIREBON



Sebenarnya ada dua Kompleks keraton di Cirebon yaitu Kraton Kasepuhan dan Kraton Kanoman, tapi coz menurut cerita yang beredar lebih bagus dan lebih terawatt Kraton Kasepuhan, akhirnya Kasepuhan jadi pilihan n mampirlah kita sowan ke sana.


Kraton Kasepuhan tampak depan

Kita jalan2 diantar oleh mas guide yang hebat, mpe apal di luar kepala seluruh isi koleksi keraton. Mpe tahun2 mebelair, baju n kereta2 kencana juga pusaka dibuat dia hafal betul. Udah profesi sih. Yah, biarpun salah nyebut angka pun sebenarnya kita juga ga akan tahu. xixixixi....


Silsilah Kasultanan Kasepuhan Cirebon


Singgasana Sultan

Koleksi kereta


Tandu raja


Koleksi pusaka
Yang paling berbahaya 'trisula' bermata tiga. Ditusukkan terus d
iputar. Dan sangat beracun.


Meriam dari Portugis


Lukisan 3 dimensi. Jika diperhatikan, arah pandangan mata raja dan harimau selalu mengikuti kita.


Koleksi mebelair. Semuanya peninggalan th. 1800-an


Koleksi gamelan

Koleksi pakaian Sultan dan keluarga


Tempurung kelapa jonnggi, koleksi Sultan Sepuh XI, th. 1925


Tengkorak buaya putih dari Kali Krian


Batik yang turut dipamerkan


Ukiran kayu Cina Kaptan tan cung lay


Rebana peninggalan Sunan Kali Jaga


Gramen tempat jamu, peninggalan th. 1506

Lumayan dengan diantar jalan2 pluz diphotoin ma mas guide ini, jadilah kita pulang dengan nambah pengetahuan budaya dan sejarah kita biarpun klo sekarang disuruh cerita ulang, kita sudah lupa. Paling tidak kita ada photo2nya. Banyak lagi... Hehehehe...


Sumur yang airnya dipergunakan untuk memandikan pusaka

Sebenarnya ada hal2 yang aku sedikit kurang merasa nyaman.
Memasuki kompleks kraton kita per orang ditarik iuran @Rp.3.000,- dan kamera @Rp.2.000,-. Murah sekali ya....
Tapi di dalam kompleks keraton, beberapa kali kita dimintain dana dengan menaruh uang kita di tempat yg di situ ada taburan bunganya. Ada beberapa yang meminta dengan nada memaksa. Sebenarnya aku rada takut. Ini apa? Ini benar tidak?
Dan ketika kutanya pada mas guide, katanya itu adalah dana sumbangan pemeliharaan koleksi keraton. Oh begituu....

Jujur menurutku banyak koleksi2 keraton yang tampak kurang terawatt. Sayang sekali ya. Dan kata temanku yang memang asli dari Cirebon, sekrang ini koleksi keratin yang dipamerkan sudah banyak berkurang, ga tau pada dikemanain.

Dan inilah koleksi photo2 narsis kita.....





FIRST DESTINATION..... GOA SUNYARAGI..... CIREBON



Destination wisata di Cirebon memang ga sebanyak di Yogya, jadinya kita ga punya banyak pilihan. Tadinya kepikir pengin ke Plangon. Hutan wisata habitat monyet2 yang dibiarkan berkeliaran bebas. Mengingat waktu yg amat terbatas n wajah2 yg pada tidak antusias dgn usulan ke mengunjungi saudara tua, akhirnya plan ke Plangon dianulir dan larilah kita ke goa Sunyaragi.

Sebenarnya goa ini ga terlalu jauh dari Jl. Tuparev, tapi kita sempat 1x bertanya coz ternyata tanpa sadar goa ini sudah terlewati coz tidak ada penunjuk jalan yang jelas.

Tampak sepi. Dengan membayar per-kepala Rp.3.000,- akhirnya kita memasuki lokasi.
Memang bener2 sepi jadi berasa kayak goa pribadi. Cantik. Dan kita betah berlama-lama di sana. Bakat narsis kita tersalurkan sudah.



Senengnya.... Biarpun jarang dijamah, tapi lingkungannya tampak ijo n bersih.
Merupakan tempat pemandian kraton Kasepuhan seperti Taman Air Taman Sari, tempat pemandian putri kraton Yogya.



Tempatnya tidak terlalu luas tapi cukup menyenangkan. Ada beberapa goa yang mendorong rasa ingin tahu kita untuk melongok. Ada semacam amphiteater yang katanya buat tempat pertunjukan tari bagi keluarga keraton.
Ada mitos yang berkembang katanya ada satu goa yang ga boleh dimasuki, goa Peteng. Di depannya ada patung yang bentuknya kek alat kelamin pria... xixi. N ini katanya jangan2 sekali2 memegangnya coz yang memegangnya bakal jadi perawan atau perjaka tua.... Hiiii.....Serem juga yaaa....
N kebeneran kita biarpun berulang kali mencoba mencari jalan buat nyampe ke depan goa itu tapi ga juga menemukannya, akhirnya amanlah kita dari pelanggaran terhadap mitos itu.


Goa peteng dan patung di depannya yang dimitoskan.... xixi

Di komplek paling tengah ada semacam gubuk di puncak goa. Kata Tiut itu makam, tapi pas belakangan aku tanya ke guide kraton, katanya tidak ada makam di situ, itu merupakan tempat upacara pemujaan.
Ada beberapa goa yang ditutup kayu, katanya tidak boleh dimasuki. Mungkin demi keamanan coz kondisinya sudah rapuh.


Di dalam gubuk ini ada sebuah makam.

Usai puas bernarsis ria, kita putuskan lanjutkan perjalanan kita dengan sebelumnya icip2 Sambel Asem, makanan khas Cirebon yang rasanya enak n ngangenin. Dijual @Rp.3.000,-. Seperti pecel yang dimakan dengan kerupuk melarat. Sambalnya sambal pecel yang dibikin asam. Enaaak booo...
Kita semua makan dengan lahap mpe si Tiut yang super kurus habis 2 porsi ndiri.
Hebaaaaat......
Konjet pun pengin nambah lagi dan lagi.... hehehehe.....


Asam manis.... Hmmmmm......

CERITAKU DI CIREBON

Sabtu, 11 Desember 2010 adalah hari pernikahan Dewot, temen kost-ku. Dan dia mengharapkan dengan sangat kehadiran kita temen2 kostnya. Sepertinya benar ‘Tiada kesan tanpa kehadiran anda.’
Dan kita sbg sahabat2 yang setia, dengan senang hati menghadiri hari bahagia Dewot n Alie. Bandung-Cirebon? Ah deket. Ini mah separonya ke Jogja. Sekalian jalan2 n wisata kuliner hyuuuu.......

Aku pesan rental mobil untuk jam 4 pagi. Hohoho..... subuh2 boooo... Sebenernya rada khawatir juga, apa pada bisa bangun sepagi itu, apa pada berani mandi jam segitu dalam kondisi gas habis n air di Bandung lg dingin2nya.
Tapi semua pada TOP. Pk. 04.30 kita semua sudah duduk manis diantar Pak Afud yang terpaksa menunggu kita 30 menit. Hehehehe... maklum Pak cewek2 klo dandan butuh waktu extra.

Perjalanan yg menyenangkan. Pak Afud memang jago nyetir. Ini kedua kalinya pergi2 diantar Pak Afud. Untuk kali ini aku memang sengaja memilih Pak Afud yang mengantar kita. Sopirannya mantaph.

Pk. 05.30 kita memasuki Sumedang. Memasuki kota ini aku langsung menyukainya. Kota yg adem, tertata rapi dengan pemandangan ijo berlatar pegunungan yang apik. Gunung Tampo Mas tampak di kejauhan. Kabut tampak di sana-sini menyelimuti pegunungan, menghalangi pandang kita melihat sunrise. Udara benar2 segar. Tanpa AC pun kita sudah merasakan betapa dinginnya. Brrrrrrr...........
Akhirnya jaket beralih fungsi menjadi selimut.

Menyenangkan sekali melihat pemandangan pagi. Pk. 05.30 jalan sudah tampak ramai dengan mereka yang sibuk beraktivitas. Berangkat ke sekolah, berangkat ke pasar. Beberapa kali melewati pasar yang tampak ramai dengan aktivitas jual beli. Melihat beberapa orang yang lagi pada nongkrong jajan sarapan jadi kabitha. Hmmm... menyenangkan juga bangun pagi, jalan2, cari sarapan, berbaur dengan mereka2 yang pagi2 sudah bersemangat memulai aktivitas. Bahkan kambing2 pun jam segitu sudah pada bangun merumput.... Hohoho... aku kalah ma kambing....

Sumedang. Ya, aku menyukai kota ini. Suatu saat nanti pengin singgah lagi ke kota ini. Ngeborong tahu Sumedang yang aku memang suka banged....

Pk.07.00 WIB kita sudah memasuki Cirebon. Wow.... 2 ½ jam. Lebih cepat 1jam dari yang kita perkirakan sebelumnya. Dengan sedikit bertanya, sampailah kita ke rumah Dewot. Sebelum ikut rombongan ke masjid tempat akad nikah berlangsung, kita sarapan dulu. Sudah tersedia nasi jamblang, makanan khas Cirebon, sebagai sarapan kita. Hmmmm..... enaknya.....
Setelah kenyang sarapan, meluncurlah kita bersama mobil pengantin ke Jl. Tuparev, ke masjid dan gedung tempat resepsi.

Syah!!!!. Selamat.... selamat to Dewot n Bang Alie, akhirnya kalian resmi jadi suami-istri.

Dan hari itu kita kenyang sekali icip2 empal genthong, tahu gejrot n makanan prasmanan di nikahan Dewot.
Dimakan rame2 ma Dewi n Dende, eks temen kost dulu yg sekarang sedang menunggu kelahiran putra pertama mereka. Senengnya sekalian reunian. Moga2 semuanya berjalan lancer ya wiiii.....
Usai phutu2, kita pamitan untuk melanjutkan acara kita.... Jalan.- jalan..... ^_^

MENJAHIT

Sejak kecil aku pengin bisa menjahit. Dulu di rumah ada 2 mesin jahit. 1 punya budeku almarhum, 1 lagi punya orangtuaku. Dulu ayah-ibuku memang bisa menjahit dan aku suka banget lihat orang menjahit. Satu tangan sibuk memutar-mutar roda di atas, dua kaki sibuk mengayun-ayunkan pedal. Dulu aku suka sekali duduk di atas pedal yang waktu aku masih kecil masih cukup untuk kududuki. Duduk berayun-ayun serasa naik ayunan. Seneng.....^_^

Ayah-ibuku memang tidak terlalu pintar menjahit, cuma sekedar hobi saja. Aku ingat aku pernah dibikinin rok seragam SD oleh ibuku, juga dasi warna merah tapi tentu saja tanpa cap burung Garuda seperti yang dijual di koperasi sekolah, jadinya aku cuma mau memakainya sekali coz beda dengan kepunyaan teman2ku. Aku dulu juga sering dibuatin ikat rambut n sapu tangan sendiri. Dulu ke mana2 masih lazim bawa sapu tangan, tissue penggunaannya belum seperti sekarang, belum ada tissue pocket yang praktis dibawa ke mana2. Jadi ingat waktu masih TK, saputangan selalu dipenitiin oleh ibuku di bajuku biar ga jatuh. Buat lap keringat n ingus biar ga kulapkan ke bajuku. Xixixixixi jorok..... Tapi setelah SD, saputangan sudah tidak lagi dipeniti di baju. Udah malu. Sapu tangan ama ibu diseterika, dilipat empat n ditaruh di saku bajuku. Untung bajunya ada sakunya ya....

Selain menjahit, ayah-ibuku juga bisa menyulam, merajut dan membuat kristik, budeku juga mahir dalam hal ini. Aku pun pengin bisa seperti mereka. Beberapa kali aku minta diajarin, tapi mereka sepertinya tidak punya waktu luang untuk mengajariku. Saking penginnya bisa, aku suka belajar otodidak sendiri yang akhirnya cuma membuat pusing orangtuaku. Benang2 rajut dan jarum berantakan di mana2, jarum jahit patah klo ga mesin jahit kukacaukan dengan benang jahit yang ruwet ga karuan mpe mesin ga bisa jalan. Hehehe.... memang benar aku tidak berbakat.

Akhirnya aku berkesempatan belajar menjahit waktu di SMP ternyata ada ekskul menjahit. Belajar dasar2 menjahit dari mengenal aneka tusuk mpe bikin pola baju. Tusuk yang paling kukuasai tusuk silang coz sejak kecil aku suka bantuin bikin kristik. Hehehe jadi ingat aku masih punya pe-er kistik gedhe bergambar pemandangan, warisan budeku almarhum yang belum selesai, akhirnya kulanjutkan n mpe sekarang biarpun ikut kubawa ke Bandung tetep belum selesai juga, mpe kertas polanya hancur ga bisa dibaca lagi. Memang ga niat......xixixixi

Ternyata menjahit itu memang bener2 susah. Membuat pola aja aku sudah kesulitan. Bikin 1 pola aja butuh waktu yang rada lama. Waktu itu diminta bikin pola rok. Nilai polaku lumayan tinggi tapi pas udah saatnya merealisasikan. Huwaaaaa..... aku memang tidak becus menjahit.
Menjaga agar laju mesin jahit tetap stabil aja aku tidak bisa. Maju-mundur, maju-mundur dan terus aja begitu mpe benang jahit putus. Untung cuma bikin rok kecil seukuran boneka. Coz menyerah, akhirnya kujahit tangan aja dan jadi deh rok merahnya biarpun akhirnya dapat nilainya kecil. Hehehe...

Berulang lagi di Bandung, coz niatnya pengin irit n malas pergi ke tukang jahit, akhirnya gordyn jendela kamarku kubikin sendiri dengan jahit tangan. Tak lupa kukasih renda putih buat mempermanis. N hasil jerih-payahku yang baru bisa kelar setelah berminggu-minggu, cukup cantik juga kok. Temanku banyak yang ga menyangka klo itu hasil jahitan tangan. N cukup kuat juga kok, buktinya mpe sekarang masih bagus (*Padahal coz gada modal buat ganti gordyn*).

Tahun 2004 aku pengin banget punya mesin jahit elektrik sendiri. Klo lg jalan2, lihat pernik2 accecories kamar or rumah tangga yang harganya mahal (ukuran kantongku) padahal klo diperhatiin keknya bikinnya sebenarnya gampang coz modelnya memang simple banget tapi tetep tampak elegant, membut aku jadi pengin bisa menjahit sendiri. Mesin jahit elektrik berpola yang penggunaannya gampang. Pola2 sudah tersedia tinggal kita mengaplikasikan. Di sini yang main Cuma tangan doank jadi ga perlu khawatir konsentrasi terpecah antara gerak tangan dan kaki kek mesin jahit manual.

Masih di tahun 2004 juga waktu lagi jalan2 ma temanku di Carefour Mollis, aku sempet lihat mesin jahit ini. Mesin jahit portable, warnanya putih kecil. Aku sempet tanya macem2 waktu itu. Harga waktu itu masih di bawah 2 juta. Tiap beli kita akan dapat kursus jahit gratis, dia datang ke rumah, n kita akan diajarin mpe bisa.
Tapi waktu itu kepengin cuma sekedar kepengin coz keadaan keuanganku memang ga memungkinkan. Waktu terus berlalu mpe akhirnya mesin jahit ini ga lagi jadi prioritas meskipun keinginan untuk memiliki mesin jahit masih tetap ada.

Beberapa bulan kemarin, si Etil menyatakan keinginannya untuk memiliki mesin jahit portable seperti yang aku pengin. Dia sudah survey ke beberapa tempat n sudah menemukan distributor mesin jahit dengan harga yang relatif lebih murah dibanding toko yang lain. Yeaaah.... Etil tinggal merealisasikan impiannya coz budget untuk itu memang sudah ada.
Kudukung 100 % Etil....
Yesss.... besok bisa minjem mesin jahit or sukur2 bisa minta tolong dijahitin....
Kan bisa sekalian buat Etil belajar..... hehehehe.....
Yah, mudah2an dengan adanya mesin jahit sendiri jadi bisa lebih irit.
Bisa bikin sendiri gordyn, sarung bantal, sarung guling, sprei, taplak n pernik2 lain yang simple tapi tetep manis.
Hmmmm..... bakal bisa mendandani kamar or rumah seperti yang kumau........ ^_^
Semoga ga jadi semangat di awal n macet di akhir seperti yang sudah-sudah....
Ya.....
Semogaaaa................