Wednesday, May 19, 2010

BIARLAH KEHENDAK-NYA YANG TERJADI

Thursday, March 11, 2010

Cinta tak pernah salah, hanya terkadang dia datang pada waktu dan tempat yang tidak tepat.

Di usiaku sekarang, yang kata orang sudah cukup umur, tapi akunya ga nyadar2 juga, aku tahu aku harus lebih serius, can not play around anymore, dan ini tidak gampang. Memilih bukan untuk sebulan dua bulan, tapi untuk sepanjang sisa umurku. Ya sekali untuk seumur hidup, sesuai apa yang kuyakini dan kuimani.

Dan segalanya sungguh tidak bisa kumengerti. Aku memerlukan sebuah jawaban, tapi jawaban yang ada di depanku, itu sungguh jawaban2 yang aku tahu tidak masuk akal dan tidak bisa kupilih. Aku tahu, aku tidak boleh dan memang tidak ingin memilihnya. Dan sama sekali di luar perhitunganku kenapa bisa masuk ke dalam pilihan jawaban. Benar2 membuatku pusing.
Dulu2 yang kulakukan selalu saja ‘escape’, tapi sekarang keadaan sudah berbeda, aku tidak bisa terus2an ‘escape’. Sekarang harus bersikap lebih dewasa. Semua harus kuhadapi. Aku sudah memutuskan untuk tetap ‘stay’ di sini, dan berharap akan terus di sini, tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, seandainya ada yang mengharuskanku meninggalkan sebuah tempat di mana aku pengin merajut mimpi, ya mau bagaimana lagi, semua harus dijalani bukan. Setidaknya sampai saat ini aku masih berada di sini dan aku cukup bahagia di sini.

Sekarang ini aku hanya bisa menjaga, membatasi diri. Jangan sampai yang terjadi di luar control-ku. Aku berharap semua akan back to normal, aku bisa merasa nyaman lg. Dan semoga bisa dimengerti dan dimaklumi, kalau aku tidak bisa dan itu tidak boleh terjadi.

Dan aku tahu, masih ada satu option E ( empty), yang memang Tuhan sediakan untuk kuisi sendiri jawabannya. Saat ini aku memang belum tahu jawabannya dan tidak mau pusing untuk mencari tahu. Aku yakin, di saat yang tepat, Tuhan pasti akan menuntunku untuk menuliskan sebuah jawaban di option E, kemudian dengan yakin memilihnya, melingkarinya dengan tanganku sendiri dan dengan mantaph shout ‘Yes, I do’. Melangkah ke depan bersama seseorang yang sungguh dengan tulus mau mewujudkan mimpi bersamaku……… ^_^
Yayaya, mungkin ini memang bagian dari rencana-Nya. Biarlah kehendak-Nya yang terjadi, aku percaya itu yang terbaik.

God creates everything’s perfect at His-time.

ALLAH PEDULI & DIA MENGERTI

Thursday, March 11, 2010

ALLAH PEDULI

Banyak perkara yang tak dapat kumengerti
Mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini
Satu perkara yang kusimpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi tanpa Allah peduli

Allah mengerti, Allah peduli
Segala persoalan yang kita hadapi
Tak akan pernah dibiarkannya
Kubergumul sendiri s’bab Allah mengerti



DIA MENGERTI

Terkadang kita merasa tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu terlambat sudah………
Tuhan tak pernah berdusta
Dia selalu pegang janji-Nya
Bagi orang percaya, mujizat nyata

Dia mengerti, Dia peduli persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, Dia peduli persoalan yang kita alami
Namun satu yang Dia minta agar kita percaya
Sampai mujizat menjadi nyata

#both of 2 lyrics above are Religious songs#

SEPERTI KEHILANGAN FIGUR ORANGTUA KEDUA

Friday, March 05, 2010

Bermula dari setahun lalu, saat dengar kabar kost mau dijual. Sudah diiklankan di surat kabar dan berkali-kali calon pembeli datang melihat-lihat. Rasa tidak rela. Terus kita mau pindah ke mana????
Kost paling nyaman sedunia……… Begitu banyak pengalaman menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, menegangkan kita lewati bersama-sama. Sudah berasa seperti rumah sendiri. Bapak-ibu kost yang begitu baik yg sudah kita anggap seperti orangtua sendiri. Rasanya berat banget mau pergi, meskipun kita tahu, tidak mungkin akan selamanya kita di sini. Masak mau jadi anak kost terus.
Tiap malam kita berdoa, memohon jangan sampai kost jadi dijual. Dan, doa kita terkabul, satu tahun berlalu dengan status kepemilikan kost yang tetap sama.
Ternyata Tuhan mengulur waktu. Mengulur waktu sampai apa?. Sampai keadaan kita lebih baik?. Aku juga tidak tahu. Sepertinya semua masih tetap sama. Hanya saja kita mungkin sekarang lebih siap mental menghadapi kenyataan ini. Satu tahun dihadapkan pada kemungkinan yang bisa saja cepat atau lambat akan terjadi. Dan sekaranglah saatnya harus terjadi.
Tidak terlalu kaget, tapi sedih. Dan kita juga sudah siap dgn resiko pemilik kost baru tidak akan sebaik yang dulu, Bapak-Ibu kost yang paling baik sedunia, meskipun kita berharap Bapak-Ibu kost baru akan sebaik bapak-ibu kost lama.

Merasa ada yang hilang……
Figur orangtua yang selama ini menjadi tempat kita berkeluh kesah, selalu saja kita repotkan dengan minta tolong macam2. Mereka begitu pengertian.
Mendengar dari mang Dede kalau Ibu kost belum siap ketemu anak2, masih sedih, tidak rela kost dijual, kita jadi sedih banget. Pengin ketemu Ibu kost.
‘Pokoknya nanti kalau ketemu Ibu, jangan pada nangis ya! Jangan merajuk…. ‘Ibuuuuuuu’!........ Takutnya Ibu akan jadi semakin sedih,’ pesanku ke anak2 yang lain yang pada meragukanku, yang pada berasumsi akulah yang akan melakukan itu di depan Ibu.
Ya, aku tahu, kemungkinan akulah yang akan mewek di depan Ibu. 6 tahun lebih aku menjadi anak kostnya. Aku berutang banyak padanya. Bahkan mpe sekarang aku merasa tidak sanggup untuk meneleponnya. Tidak tahu harus berkata apa untuk menghiburnya coz aku juga merasa begitu kehilangan. Ibuuuuuuuu………………………

Saturday, March 20, 2010

Ternyata semua tidak semudah yang kita kira. Masalah demi masalah datang silih berganti. Penyesuaian……
Ya semua dalam tahap penyesuaian…… Penyesuaian dengan kepemilikan yang baru.
Kost yang memang sering bocor, ga tau kenapa, 2 bulan ini bocor jadi tambah parah. Semua kamar termasuk ruang tengah dan dapur bocor. Jadi kayak banjir. Air menggenang di mana2. Kamar Salliwet dan Etil yang parah bocornya, kita sebut punya KM baru, coz ada ember di kamar buat tadah bocor. Bahkan selama hampir seminggu pintu dapur belakang ga bisa ditutup dan dikunci, jadi ga pernah kita kunci, cuma gerbang belakang aja yang ga pernah absent kita gembok demi keamanan. Mesin pompa air yang biasanya jarang rewel, tiba2 juga jadi bermasalah. Sepertinya rumah pun tidak rela berganti status kepemilikan seperti halnya kita anak2 kost dan bapak-ibu kost sendiri. Huehuehuehue………

Tak kenal, maka tak sayang……
Mungkin benar kata pepatah itu. Dan sesuatu yang baru perlu penyesuaian yg agak lama.
Aturan baru…… Kita yang terbiasa mengatur apa2 sendiri, bebas, tapi bebas yang bertanggung jawab, toh kita ga pernah melanggar norma dan etika. Kita selalu menjaga citra kost, nama baik bapak-ibu kost dan kita sendiri.
Saat perjanjian awal, katanya tidak akan ada yg berubah, semua diserahkan pada kita. Aturan main tetap aturan lama. Tetapi kenyataan yang kita hadapi, tidak seperti kesepakatan awal. Banyak aturan baru dan upaya mengkondisikan kost menjadi tempat yang komersil. Kita tidak sepakat. Merasa privacy kita terancam. Akhirnya diputuskan akan mencari kost baru. Pindah rame2, cari kost baru atau kontrakan, tetap mau tinggal sama2 lagi.
Mencari kost baru langsung 7 kamar. Bukan perkara mudah. Rata2 rumah yang dikontrakkan paling banter cuma ada 2-3 kamar.

Minggu, 28 Feb 2010, sore2 muter berlima, aku, Dewot, Salliwet, Yatie ma Burhan, cari kost baru. Tiap kali memasuki tempat kost, rasa tidak bersemangat. Teuteup lebih enak kost yang kita tempati. Kost pertama yang kita masuki, tempatnya bersih, enak. Sewa kamar per bulan jatuhnya ga jauh beda dengan kost yang sekarang. Kebeneran ada 4 kamar kosong. Dapurnya lengkap dengan pantry dan wastafel. Cuma, hehe, aturannya ketat. Buat cewek baik2. Hehe. Di dekat musholla. Di depan pintu masuk gang tertulis ‘Mesin motor harap dimatikan’. Huah………repot. Mana buat akses masuk motor ke kost rada susah, musti ekstra ngedorong coz menanjak n jalan masuk motor cuma kecil diapit oleh undak2an, mana ga ada halaman buat naruh motor klo ada tamu. Dan huehuehue, pintu gerbang kost ditutup jam 9 malam, kunci gerbang dipegang Bp. Kost. Klo pulang kemaleman musti ke rumah Bpk Kost dulu minta tolong dibukain. Huehuehue……cape deh. Kita2 yg pada kerja, jadwal shift2an n sering lembur bakal kerepotan.
Kost ke-2 yang kita masuki, wuah……kost campur cowok-cewek. Ga deh…… Rasa ga nyaman tinggal nyampur gitu. Privacy bakal ga ada. Siang2 aja berisiknya minta ampun, ma suara hingar-bingar musik n suara mesin motor mereka yg pada otomotif mania. Mana kost terasa sumpek, kurang sirkulasi, kosongan, masih nambah listrik per elektronik, jatuh2nya lebih mahal banget dari kost lama.
Pokoknya tiap memasuki tempat kost baru, sudah merasa tidak bersemangat. Teuteup paling nyaman, kost yang sekarang. Biarpun kondisinya ga sebagus dulu, tapi tetap aja ‘Kost paling nyaman sedunia.’

Terakhir, pada kupaksa melihat-lihat kost paling elite di daerah situ. Tadinya pada ga mau kuajak ke sana dengar reputasi kost itu yang dipandang miring oleh warga setempat. Aku, coz rasa ingin tahu yang besar, memaksa anak2 untuk menemani ke sana. Dan jadilah kita ke sana. Sewa per bulan 1,5 jt. Huehue. Mending jg buat nyicil rumah sekalian, ga mubazir.
Tapi mang bener2 elite n bersih. Masuk, tinggal bawa orang + pakaian aja, kek hotel bintang 5 gitu. Spring bed lengkap dengan bedroom set (meja rias+lemari baju), LCD TV, KM dalam dengan closed duduk n shower, tempat sepatu dan handuk bersih yg selalu tersedia. Soal laundry n beres2 kamar, semua udah termasuk service kost. Waktu aku tanya, bisa disewa permalam dengan ongkos sewa 250rb/malam. Wah, jangan sampe aku kost di sana, bisa2 jadi anak pemalas. Lagian, emang mampu…… xixixixixi………

Coz tetap ga punya gambaran bakal pindah ke mana, akhirnya satu2nya jalan, mengadu ke Bp. Kost lama. Seperti kesepakatan awal, aturan yg maen aturan lama, kenapa praktiknya seperti ini. Mengancam jika kost tetap dikondisikan untuk tujuan komersil, kita semua bakal hengkang.
Ya, tidak tahu lagi ke mana harus minta tolong. Bapak kita di sini selama ini ya cuma Bp. Kost lama. Maaf ya Pak, kita masih saja suka ngerepotin.
Dan akhir2 ini, kita semua menjadi lebih dekat dengan Bp. Kost. Beberapa kali Bp. Kost lama datang mendengarkan keluhan2 kita dan menjadi penghubung dengan pemilik baru. Masalah keluarganya begitu banyak, tapi Bapak masih saja mengkhawatirkan kita anak2nya. Tiap kali habis hujan gedhe, selalu tanya, ‘Ada yang bocor ga?’. Takut kita2 kurang diperhatikan.
Makasih Pak!!!!

Dengan banyak permasalahan yg terjadi belakangan ini, banyak pelajaran yg bisa diperoleh. Berhati-hatilah, jangan gampang percaya dengan orang lain meskipun itu orang yang sudah kita kenal lama, tiap kali melakukan transaksi jual-beli dengan nominal besar, musti dengan perjanjian yang detail, untuk berjaga-jaga jika terjadi hal di luar kesepakatan. Dan harus ikhlas menerima setiap masalah yang kita hadapi. Keikhlasan membuat langkah kita lebih ringan. Dan percayalah, suatu saat nanti, kita akan memperoleh ganti yang lebih.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa menerima kehadiran pengganti mang Dede, meski kadang kangen dengan sapaan khas-nya tiap pagi. ‘Pagi! Mang Dede!’ begitu dia biasa menyebut dirinya sendiri Mang Dede. Dan pengin pinjem sepedanya lgiiiiii…….
Pengganti mang Dede, dia baik dan perhatian. Tiap kali ada keluhan2 kita, dia selalu segera atasi, meskipun dia secara jujur berterus terang kalau takut mengutak-atik listrik, sebisa mungkin dia akan memperbaiki kerusakan sesuai kemampuannya. Yaya, dia orang yang tulus. Yaya, bisa kulihat ketulusannya dari sikapnya. Paling tidak masih ada yang peduli dengan kita di antara sekian banyak masalah yg sedang terjadi.. Makasih makasih……

Semoga segalanya segera membaik dan diperoleh jalan keluar terbaik yang bisa diterima semua pihak. Amin.

PELANGI PERTAMAKU DI BANDUNG

Saturday, February 20, 2010

Update sms :
Tepat pk.06.00 pagi,
ketika kubuka pintu,
kulihat sebentuk pelangi.
‘Really rainbow….that so many many years I haven’t seen’
Dan aku teriak… ‘Hei ada pelangi’
Pertanda apakah ini?
Akankah ada pelangi yang akan hadir mewarnai hari-hariku???

Pagi yg lebai.
Have a great day.
Semoga benar akan ada pelangi yang akan membuat hari2 kita lebih berwarna. Semangat!!!!!!

Reply from
Dhex :
Ameen.
Selama kita percaya, tidak ada sesuatu yang mustahil terjadi.
Yang penting harapan dan terus berusaha. ^_^

Week :
Nang kene malah ra kethok apa2. Peteng.

Selly :
Aq t’akhir liat pelangi tepat 1 Jan 2010 pas pul k jogja dr magelang. Pancen apix krn jarang liat. Heuheu

Riz:
Baca smsmu langsung kubuka tirai jendela, berharap pelangi itu bisa kulihat juga.
Langit tampak biru cerah, tapi ternyata belum kelihatan sejauh mataku memandang.
Hueheheehe

D next sms:
Pelangi itu baru separo kulihat,
Belum tampak utuh.
Kapan ya jd bener2 utuh, biar hari2ku lebih berwarna…hihi

Reply from
Riz :
Ayooooo sama-sama semangat,
Pelangi itu akan nampak utuh….
setiap detik waktu yang kita lalui tdk lepas dari pandanganNYA.
JanjiNYA tidak pernah gagal dalam hidup kita.


Xixixixi lebai berbalas lebai.
Pelangi oh pelangi……
Pelangi pertamaku di Bandung
Berharap bisa lebih sering lihat pelangi……
I hope so……… ^_^

GENAP 1 MINGGU TANPA FB

Thursday, February 25, 2010

‘Wah……ga terasa sudah berjalan 1 minggu, ternyata aku bisa!’
Tepatnya harusnya bukan seperti itu. TAPIIIII………
‘Yah…..baru 1 minggu. Ternyata masih 38 hari lagi. Lamaaaaaaaaaaaa niaaaaaaaaaaaaaaaaaaan…………….’
Satu minggu aja berasa kaya dah 1 bulan terkungkung dari dunia luar. Gimana rasanya 5 minggu. Pasti berasa kek ½ tahun. Whuaaaah…………

Kangen komen2an ma temen2ku yg super duper bodor n komen2nya amat menohok tapi menghibur.
Ga tahan, aku dah berniat mau sms Selly, tapi tryt Selly pun merasakan hal yg sama, dia sms duluan.
‘Hampa’. Yaya… Selly merasa hampa,, sedang aku merasa ‘kosong’. Apa bedanya…………
Sms berlanjut, dapat forward sms dari pi2t. Pi2t tryt kangen ma kita2, dia kesepian. ‘Come back pliz!!!!’, ratapnya.
Sebenarnya aku juga dah pengin come back, tapi apa daya, masih 38 hari lagi. Semakin banyak yg meragukanku aku bisa 1 bulan tanpa Fb, semakin tertantang aku. “Ya ya ya……… Harus bisa!!!’

Lagi dikejar deadline gini, biasanya saat dah mulai jenuh ma kerjaan, aku view fb bentar, sekedar cari hiburan, dan biasanya itu amat sangat membantu. Dan sekarang……… Terpaksa harus rela hanya ditemani MP3 n 161 Game. TV yang kadang2 bisa sedikit mengurangi ketegangan, lagi korslet. Yah, nasib…. nasib….
Ternyata Selly pun lagi dikejar deadline, dia harus berpuas diri dengan mendengarkan siaran radio.
Harga yang harus kita bayar ternyata mahal juga ya. So…… kata Selly, nti klo sukses, kita harus menghadiahi diri sendiri.
Yayaya…… Nanti naik jes jes jes…. Nanti arjer…. Nanti makan yg uenak – uenak….
Semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

MENCOBA HIDUP TANPA FB

Friday, February 19, 2010

Ya, aku dikejar deadline. Akhir bulan ini sudah harus kelar. Sesuatu yg buatku begitu mustahil dgn plans-ku yg akhir2 ini acak-adul coz begitu banyak yg hrs ku-handle. Aku sudah pasrah saja. Mg2 bisa kukejar.
Satu2nya cara untuk lebih mengefektifkan waktu, sementara libur Fb-an dulu. Dan aku tahu, ini akan begitu sulit, tanganku pasti akan gatal sebentar2 pengin access, sekedar kasih komen2 ga penting ke friend2-ku. Dan satu2nya cara yang ampuh…..’deactive FB’. Full deactived.
Bertepatan dgn pantang dan puasa, dimulai Rabu, 17 Februari. Saatnya ‘sing for absolution’. Kuputuskan pantang Fb, dan segala tetek bengek dunia maya. No Fb, no Ym, no browsing, no e-mail, no blog, pokoknya no accees. Mg2 kuat mpe Paska nanti.
Fb mulai ku-deactive-kan Selasa siang 16 Feb. Baru lewat sehari, tangan rasa gatal pengin login. Pengin update status, pengin view2 status. Tiap pegang hp, ky ada yg ngingetin, ‘lagi deactive’. Yaya…. Harus konsisten. Buktiin kamu bisa.
Hari 1 deactived, temenku menyadari ketidakeksisanku. Dia tanya. ‘Kamu deactived ya Nok?’
xixixi… ketahuan.
Huehuehue….. Ternyata aku dah addict dgn Fb. Sore2 waktu nonton acara ‘Tolong’ di RCTI. Ga tahan pengin update status. Akhirnya ku-sms 2 temenku. ‘Tolong’-RCTI, shooting di Jogja di depan Gedung Agung. Org Yk judes2. Huhuhu’. Akhirnya yg kita lakukan ‘update sms’.
Setelah lewat sehari, aku jadi mulai terbiasa. Tidak lagi sering2 update sms juga. Dan di hari ke-2 satu lagi temanku sms, ‘Fb-mu ngopo e?’
Hari ke-3, temenku, yg biasanya kita ga pernah absent saling komen2an, pagi2 dia sms. ‘Pa kabar? Ga prnh nongol di Fb, sibuk gawe ya? btw aku liat di berita bnyk wil Bdg banjir gmn tempatmu?’
Huehuehue….ternyata ada yg merasa kehilangan aku.
Maaf sudah kuputuskan akan deactive dulu mpe perayaan Paska nanti. Biarpun Week meragukanku ‘emang kuat?’ juga anak2 kostku. Akan kubuktikan kalau aku bisa.
Apalagi beberapa temen deketku di Yogya juga memutuskan deactive juga, pantang FB, juga diikuti temanku di Jkt bersama suaminya. Yayaya…… banyak teman seperjuangan. Harus semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Si Week n Dhex yang kutantang untuk pantang ‘Farmville’ bukan Fb, full mpe Paska, dia tidak berani menerima tantanganku. Dia lebih memilih pantang Farmville di hari Rabu Abu n Jumat aja. Panen di-set 3 hari sekali. Huhuhu… dasar ga niat.

Kesimpulan setelah menjalani ‘Hidup tanpa Fb’ :
1. Acara kejar deadline-ku bisa lebih cepat kelar, tanpa banyak waktu yg terbuang percuma untuk kasih2 komen ga penting, biarpun itu terkadang bisa amat menghiburku di saat benar2 jenuh ma rutinitas.
Yayaya. Ini amat membantu, coz aku sudah di-telp berkali-kali suruh cepet kasih annual report. Aturan baru lebih detail. Musti cepet. ‘Yayaya Pak, saya usahain’, janjiku.
2. Hidupku adalah milikku, waktuku adalah punyaku. Yayaya, rasanya aku benar2 bisa lebih ringan melangkah, tanpa merasa ada yg mengawasi. Kadang2 ada baiknya juga ngumpet dari dunia luar.
3. ‘No view’ yg aku tahu sebenarnya ga baik buatku untuk terus view. Yah, rasa ingin tahu yg mendorongku. Meski aku tahu, itu ga baik buatku, hanya membuatku merasa begitu menyedihkan. Akhirnya kuputuskan ‘no view anymore’ sejak akhir tahun kemarin. Biarpun kadang2 kulanggar, tapi frekuensi sudah tidak sesering dulu. Dan sekarang setelah tidak lagi atau belum lagi kulakukan, aku merasa hidupku menjadi lebih baik. Ya…. ‘Duniaku bukan duniamu, duniamu bukan duniaku’ Huehuehuehue……………
4. Pulsaku jadi lebih awet. Hehe… Dan ini benar2 penghematan.

Tapi minus-nya:
1. Jadi merasa kehilangan teman2ku yang super duper bodor dan amat sangat menghiburku. Kangen pengin komen2an lagiiiiiiiii…… Bikin rekor 100 komen lagiiiiiii……
2. Jadi banyak ketinggalan berita, info2 n gosip2 ter-gress.
Hehehe…kangen juga ma Fb.
Bertahan dan harus bertahan. Buktiin kamu bisa. Toh cuma ‘temporary deactived’ aja.
Facebook……wait me. I’ll be back……………………. soon…. ~_^

Tuesday, May 18, 2010

CROSS COUNTRY 2,5 JAM MENELUSURI HUTAN MARIBAYA



Hari minggu pagi, 7 Februari 2010, kumpul jam 6 pagi, kita siap2 hunting ijo2 melepas pandangan sejenak dari hiruk-pikuknya kota Bandung. Bersama rombongan 3 mobil, keluarga besar, lengkap dah, ada bapak-ibu, kakak-adik, anak2, bahkan bayi umur 4 bulan juga ga mau ikut ketinggalan, kita melaju menuju Taman Hutan Raya Maribaya.
Di awal perjalanan kita menelusuri sepanjang jogging track, semuanya bersemangat melangkahkan kaki. Serba hijau di kanan-kiri, hmmmmmmm sungguh memanjakan mata. Udara segar, menyejukkan raga dan suara gemericik air baik dari sungai yang kita lewati maupun suara air terjun di kejauhan sungguh menentramkan hati.
Jalan lumayan licin coz saking seringnya hujan turun.



Ternyata banyak juga hari itu rombongan2 lain yang berpapasan dengan kita. Ada beberapa yang naik sepeda. Ada juga 2 orang cewek bule yang berpapasan dengan kita. Suka salut dengan backpacker2 asing, mereka berani menelusuri negeri asing tanpa ditemani guide, hanya dengan bermodal peta dan tekad. Aku biarpun kadang2 suka nekad, sepertinya ga akan punya keberanian sebesar itu sendirian menjelajah negeri asing.

Sehabis menyeberangi jembatan, kita ada melewati budidaya lebah, di samping persis bendungan air. Di dekat situ ada rombongan organisasi ga tau dari mana yang lagi pada meeting menggelar tikar. Wah seru juga ya, meeting di alam terbuka gitu.


Rute cross country kita melewati jogging track, jika kita tempuh dengan berjalan kaki akan memakan waktu sekitar 4,5 jam. Untuk mempersingkat waktu, akhirnya diputuskan memotong jalan dengan mengambil jalan pintas mendaki bukit Maribaya. Tadinya mau menyeberangi sungai yang ada di sana, tapi coz di dalam rombongan ada banyak anak kecil, dirasa terlalu riskan. Kondisi arus air sungai begitu deras. Ya belakangan intensitas hujan memang lumayan. Akhirnya diputuskan berjalan memutar dan mulailah pendakian kita.


Mendaki bukit dengan kemiringan sekitar 45°, setapak demi setapak mendaki mengikuti satu jalur pendakian yang sepertinya jarang dijamah manusia coz benar2 seperti melewati hutan belantara. Jalan setapak sudah banyak ditumbuhi semak dan ilalang hingga kita harus sesekali menyibakkan ilalang yang menutup pandangan kita. Dan wow wow wow…… jalan begitu licin dan berlumpur. Harus hati2 coz bisa saja kita tergelincir, di sebelah kiri kita jurang begitu dalam. Sereeeemmmm……
Ada beberapa orang yang tergelincir jatuh, dan harus rela badan kotor berlepotan lumpur.
Perjalanan terasa begitu lama. Kok ga nyampe-nyampe ya. Rasanya aku dah pengin menyerah, si Etil nafasnya mpe sesek. Tapi heran, mereka2 yang di depanku sama sekali tidak ada yang berhenti sejenak untuk beristirahat. Itu yang kuharapkan biar aku bisa sejenak mengumpulkan tenaga. Tapi apa daya, semua terus berjalan dan berjalan, tidak mungkin bagiku untuk berhenti coz di belakangku masih banyak yang mengantre, sedangkan jalan cuma bisa dilewati oleh 1 orang, tidak bisa berpapasan.
Salut ma anak2 kecil, mereka pada kuat. ‘Ku tak sanggup………’ Beberapa kali kunyanyikan lagu ini. Dan disambut dengan ‘Bentar lagi udah nyampe!’ teriak Pak Iwan yang di depan. Begitu dan terus begitu tapi tidak kunjung sampai.



Beruntunglah kita, perjalanan kita begitu terberkati. Biarpun langit mendung tapi hujan tidak turun. Tak bisa kubayangkan jika sampe hujan turun akan seperti apa jadinya. Jalan akan semakin licin dan menyeramkan. Dan yang mengerikan………, menurut cerita2 yang baru diungkap beberapa hari setelah pendakian ini, ada banyak kejadian mistik selama pendakian. Tapi hal ini sengaja tidak diceritakan saat pendakian takut yang lain bakal pada ketakutan. Untunglah tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Kita semua selamat sampai tujuan.

Aku merasa jadi lebih tinggi coz lumpur yang menempel di sepatu kets-ku 3cm sendiri. Huehuehue…… ga bisa bayangin betapa harus berjuang ekstra untuk mencucinya nanti.
Semua terlihat begitu letih dan kotor. Etil dan beberapa yang lain langsung terduduk berselonjor kaki, dah tak peduli lagi, begitu saja langsung ngampar di tanah. Elis yang badannya gendut yang sejak di tengah pendakian merasa sudah tidak berdaya, begitu saja langsung merebahkan badannya di rerumputan dan baru mau beranjak setelah dibujuk klo habis itu kita langsung makan.



Yayaya…… lanjutkan perjalanan ke garis finish, ke rumah Yatie.
Katanya rumah Yatie ga jauh lagi. Ternyata oh ternyata…… kita masih harus berjalan lagi, naik-turun melewati area perkebunan penduduk.
Benar2 cape. Kaki serasa sudah kaku untuk melangkah. Tapi pemandangan di sekitar kita sungguh menyenangkan. Melintasi perkebunan cabe, tomat, bunga kol, jeruk, daun bawang, caisim, dan peternakan sapi perah yang baunya lumayan. Huehuehue……
Beberapa kali berpapasan dengan Pak & Bu tani yang baru pulang dari menggarap kebunnya. Mengingatkanku akan masa kecilku yang dulu sering ikut nenek-kakek ke ladang, menyemai benih jagung, menanam setek singkong, menanam biji kacang tanah, paria, gambas dan kacang panjang, sampai akhirnya memanennya. Huehuehue……jadi kangen saat2 itu. Jadi pengin berkebun lagi……



Ada juga petani yang tengah memanen tomat. Ya, kita mampir bentar untuk berfoto.
‘Hehe, Pak boleh ya numpang foto.’
‘Ya… ya…boleh neng!’
Sungguh menyenangkan.



Akhirnya setelah perjalanan yang semakin memperparah keadaan sepatu kita, sampailah di rumah Yatie. Kita cuci2 tangan-kaki, n then makan siang. Dilanjutkan dengan hiburan kesenian Sunda. Menyanyi2 dan ramah tamah, semuanya dalam Bahasa Sunda. Weizzzz……aku kagak ngerti.


Akhirnya aku ma Etil memilih kabur, jalan2 di sekitar rumah Yatie. Ketemu dengan bapak yang baru pulang memanen kacang panjang. Murah banget bowww… 1 ikat besar cuma dihargai Rp.2.000,-. Sungguh tak sebanding dengan jerih payahnya. Akhirnya beli deh buat oleh2 yang di kost.


Saking penginnya ke kebun jeruk, akhirnya mbujukin Yatie n adiknya supaya mau mengantarku ke sana. Etil, yang tahu ke kebun jeruk berarti harus berjalan turun lagi, kembali ke jalan yang sebelumnya kita lewati, sempat menolak. ‘Cape Buntil klo nanti pulangnya harus naik lagi, lagian langit mendung. Lihat itu kilatnya.’
Tapi akhirnya Etil ngikutin aku, Yatie n adik Yatie yang tetap kekeuh pengin ke kebun jeruk.

Sebenernya tadinya pengin juga susu murni langsung dari tempat perahnya, tapi berhubung aku tidak pesan sebelumnya jadi tidak memungkinkan. Ternyata ada jam2 tertentu untuk memerah susu sapi. Sebelumnya Yatie pernah membawakan susu sapi murni. Aku yg biasanya ga suka coz kataku terlalu amis, waktu itu doyan. Jadi pengin lagi.

Kita berjalan menelusuri kebun jeruk. Melewati kebun caisim, kebun daun bawang. Hihihihi senengnya. Palagi di situ ada juga strawberry dan blueberry. Saking senangnya memetik dan memetik, ga terasa aku dapat jeruk 2,5 kg. Hmmmm….. buat oleh2 yang di kost. Rasanya rada asem tapi seger. 2,5kg dihargai Rp.25.000,-. Sedangkan caisim dan daun bawang yang kuambil tidak dihitung coz katanya aku ngambilnya dikit banget. Hehehe makasih Bu.






Sebelum ke kebun jeruk, kita melewati kandang sapi perah. Aku sempet mampir bentar, ngobrol ma Bapak yang memeliharanya. Bapaknya baik dan ramah. Dia menjawab semua pertanyaan2ku coz rasa ingin tahuku yang besar. Sapi2 ini dijaga oleh beberapa anjing yang dirantai, yang tak henti2nya menyalak waktu aku mendekati kandang sapi. Hehe…. Anjing penjaga yang baik. Maaf ya, Cuma pengin lihat sebentar.


Anak2 kecil yg pada pengin diphoto.... ^_^
Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Jadi pengin punya kebun sendiri. Rasanya sungguh damai melihat kehidupan di sana. Jauh dari keramaian, jauh dari polusi coz mobil tidak bisa masuk mpe sana. Penduduknya ramah2 dan sepertinya hidupnya penuh kedamaian. Hidup tanpa beban. Berbeda dengan tinggal di kota yang tingkat stressnya tinggi.

Jadi pengin tinggal menyepi, hidup dari berkebun dan miara ikan. Ya, tapi sekarang2 ini tidak mungkin. Aku punya tanggung jawab yang tidak bisa kutinggalkan. Jadi bermimpi, semoga suatu saat nanti bisa kesampaian punya area perkebunan dan sebuah rumah kecil di daerah pegunungan yang subur. Lahan sempit gapapa, yang penting bisa buat refreshing. Ya ya ya…… wish wish wish I wish….. ^_^